26/06/2026

Forum Ranting NU Jakarta Pusat Tolak Perpanjangan MWC, Desak Konfercab AD/ART

Penulis

Igone Shayleigh Igone

Forum Ranting NU Jakarta Pusat Tolak Perpanjangan MWC, Desak Konfercab AD/ART
Forum Ranting NU Jakarta Pusat Tolak Perpanjangan MWC, Desak Konfercab AD/ART

Hesti.id – 26 Juni 2026 | Jakarta – Forum Ranting Nahdlatul Ulama (NU) Jakarta Pusat mengeluarkan sikap tegas terkait perpanjangan kepengurusan Majelis Wakil Cabang (MWC) menjelang pelaksanaan Konferensi Cabang (Konfercab) NU Jakarta Pusat. Dalam pernyataan resmi yang dibacakan oleh Ustad Widiyanto di kantor PCNU Jakarta Pusat, pada Kamis (25/6/2026), Forum Ranting menekankan pentingnya pelaksanaan Konfercab yang sesuai dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) serta prinsip-prinsip demokrasi.

Forum Ranting NU Jakarta Pusat menilai bahwa Konfercab merupakan momen strategis yang akan menentukan arah kepemimpinan organisasi ke depan. Oleh karena itu, mereka menegaskan bahwa semua tahapan pelaksanaan harus terjadi secara tertib, transparan, dan demokratis agar mendapatkan legitimasi yang kuat di mata warga Nahdliyin.

Dalam pernyataannya, Forum Ranting Jakarta Pusat secara tegas menolak segala bentuk perpanjangan kepengurusan MWC yang masa khidmatnya sudah berakhir. Mereka berpendapat bahwa melibatkan kepengurusan yang telah tidak sah secara administratif dalam Konfercab berpotensi menimbulkan cacat legitimasi dalam pemilihan kepemimpinan cabang. “Organisasi besar tidak dapat dibangun di atas kebijakan yang lemah landasan hukumnya,” ungkap Ustad Widiyanto.

Forum Ranting juga menolak argumen diskresi yang digunakan untuk memperpanjang masa kepengurusan MWC. Mereka menegaskan bahwa tidak ada ketentuan dalam AD/ART atau Peraturan Perkumpulan NU yang memberikan kewenangan kepada pengurus definitif, apalagi kepada caretaker, untuk memperpanjang masa khidmat yang telah berakhir. Penggunaan diskresi tanpa dasar normatif yang jelas, menurut mereka, bisa berpotensi menimbulkan masalah hukum yang serius bagi organisasi.

Lebih lanjut, Forum Ranting NU Jakarta Pusat mendesak agar Musyawarah Ranting (Musran) dan Konferensi MWC dilaksanakan sebelum Konferensi Cabang dilakukan. Mereka menganggap tahapan tersebut bukan sekadar prosedur administratif, melainkan bagian penting dari kaderisasi dan regenerasi kepemimpinan. Mengabaikan proses ini dapat menimbulkan keraguan serius terkait keabsahan peserta dan legitimasi hasil Konfercab.

Dalam pernyataannya, Forum Ranting juga mengingatkan bahwa kekuatan Nahdlatul Ulama selama lebih dari satu abad ini lahir dari kepatuhan terhadap aturan organisasi, budaya musyawarah, dan teladan para ulama dalam menjaga amanah jam’iyah. “Mari kita jaga marwah organisasi dengan menegakkan konstitusi jam’iyah. Kepemimpinan yang kuat hanya dapat lahir dari proses yang sah, jujur, dan bermartabat,” tegas mereka.

Dengan pernyataan ini, Forum Ranting NU Jakarta Pusat menegaskan tanggung jawab moral dan organisatoris untuk menjaga kehormatan jam’iyah. Mereka berharap Konferensi Cabang NU Jakarta Pusat dapat melahirkan kepemimpinan yang sah dan memperoleh legitimasi dari seluruh elemen Nahdlatul Ulama. “Organisasi yang besar ditentukan bukan hanya oleh siapa yang memimpin, tetapi oleh kesediaan semua pihak untuk tunduk kepada aturan yang menjadi dasar berdirinya organisasi itu sendiri,” tutup pernyataan Forum Ranting.

Related Post

Tinggalkan komentar