Hesti.id – 23 Juni 2026 | Dari Pensiun Jadi Rekor Momen Abadi Lionel Messi di Piala Dunia masih menjadi perbincangan hangat di kalangan pecinta sepak bola. Pada 2016, Lionel Messi sempat menyatakan pensiun dari sepak bola internasional. Usai kekalahan menyakitkan dari Cile di final Copa America, di mana ia gagal mengeksekusi penalti dalam adu penalti, Messi merasa frustrasinya sudah mencapai puncak. Argentina kalah dalam empat final turnamen besar dalam kurun waktu sembilan tahun.
Satu dekade kemudian, dua hari menjelang ulang tahunnya yang ke-39, situasi berbalik 180 derajat. Messi tidak hanya masih mengenakan ban kapten untuk sang juara bertahan Argentina, tetapi ia baru saja mengukuhkan diri sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang masa dalam sejarah Piala Dunia.
Keputusannya untuk membatalkan pensiun telah membawa Argentina ke era keemasan. Setelah menjuarai dua edisi Copa America terakhir dan merengkuh trofi Piala Dunia 2022, La Pulga kembali menulis ulang buku sejarah sepak bola.
Baca juga:
Tepat 40 tahun setelah Diego Maradona mencetak dua gol ikonik ke gawang Inggris pada perempat final 1986, Messi meniru catatan sang legenda dengan memborong dua gol dalam kemenangan 2-0 Argentina atas Austria.
Melampaui Rekor Miroslav Klose, pertandingan sempat diawali dengan catatan buruk saat eksekusi penalti Messi membentur mistar pada menit kedelapan. Namun, kesalahan itu langsung ditebus 30 menit kemudian melalui tendangan mendatar yang menjadi gol ke-17 sepanjang kariernya di Piala Dunia. Gol tersebut resmi melewati rekor legenda Jerman, Miroslav Klose.
Dari Pensiun Jadi Rekor Momen Abadi Lionel Messi di Piala Dunia semakin diperkuat dengan pencapaian gol ke-18. Pada masa injury time babak kedua, ia berhasil meloloskan bola dari sudut sempit di antara dua bek Austria.
Kini, Messi telah mengoleksi 18 gol dari 28 pertandingan Piala Dunia. Mengingat Argentina sudah mengamankan tiket ke babak 32 besar dan masih akan menghadapi Yordania, pundi-pundi golnya diprediksi masih akan bertambah.
Dari Pensiun Jadi Rekor Momen Abadi Lionel Messi di Piala Dunia juga menunjukkan ketajaman di usia senja. Sebanyak 12 dari 18 golnya di Piala Dunia justru dicetak setelah ia berusia di atas 35 tahun.
Dari Pensiun Jadi Rekor Momen Abadi Lionel Messi di Piala Dunia membuktikan bahwa keputusan Messi untuk kembali dari masa pensiun satu dekade lalu telah mengubah sejarah sepak bola Argentina selamanya.
Kesimpulan dari kisah Dari Pensiun Jadi Rekor Momen Abadi Lionel Messi di Piala Dunia adalah bahwa ketabahan dan dedikasi dapat membawa seseorang kepada kesuksesan yang luar biasa. Perjalanan Lionel Messi bersama Albiceleste adalah contoh nyata bahwa dengan kerja keras dan kepercayaan diri, seseorang dapat mencapai impian mereka dan meninggalkan jejak abadi dalam sejarah.











