Hesti.id – 23 Juni 2026 | Pengaruh Stres terhadap Impulsive Buying dalam Fenomena Midnight Shopping Syndrome pada Generasi Z merupakan fenomena yang menarik untuk dipelajari. Dalam beberapa tahun terakhir, aktivitas belanja online telah menjadi bagian penting dari kehidupan sehari-hari, terutama bagi Generasi Z yang tumbuh bersama dengan perkembangan teknologi digital. Kemudahan akses internet dan penggunaan smartphone telah membuat belanja online menjadi lebih mudah dan nyaman.
Midnight shopping syndrome adalah fenomena yang terjadi ketika individu melakukan aktivitas belanja online pada malam hari, terutama setelah pukul 00.00. Fenomena ini sering kali dipengaruhi oleh strategi pemasaran digital seperti flash sale, diskon tengah malam, voucher belanja, dan promosi lainnya. Strategi pemasaran tersebut dapat mendorong konsumen untuk melakukan pembelian impulsif tanpa pertimbangan yang matang.
Pengaruh Stres terhadap Impulsive Buying dalam Fenomena Midnight Shopping Syndrome pada Generasi Z juga dipengaruhi oleh kondisi psikologis konsumen. Stres dapat memengaruhi pikiran, emosi, dan perilaku individu. Ketika seseorang mengalami stres, ia cenderung mencari cara cepat untuk meredakan tekanan psikologis. Belanja online dapat menjadi salah satu cara untuk meredakan stres, namun dapat juga memperburuk keadaan jika dilakukan secara impulsif.
Baca juga:
Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat stres memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku impulsive buying dalam fenomena midnight shopping syndrome pada Generasi Z. Semakin tinggi tingkat stres seseorang, semakin tinggi pula kecenderungan untuk melakukan pembelian impulsif saat berbelanja online pada malam hari. Oleh karena itu, pengelolaan stres dan kontrol diri menjadi hal penting agar Generasi Z dapat menjadi konsumen digital yang lebih bijak dan rasional.
Pengaruh Stres terhadap Impulsive Buying dalam Fenomena Midnight Shopping Syndrome pada Generasi Z juga dapat dipengaruhi oleh faktor lain seperti promosi penjualan, gaya hidup berbelanja, motivasi hedonis, pengaruh media sosial, citra merek, influencer, Fear of Missing Out atau FOMO, serta kemudahan sistem pembayaran digital. Faktor-faktor tersebut saling berinteraksi dan membentuk perilaku konsumsi Generasi Z di era digital.
Untuk menghindari perilaku impulsive buying, individu perlu memiliki kesadaran dalam mengelola emosi dan mengambil keputusan pembelian secara lebih bijak. Mereka dapat melakukan aktivitas lain seperti beristirahat, berolahraga, menulis jurnal, berbicara dengan orang terdekat, atau melakukan kegiatan yang dapat membantu menenangkan pikiran. Selain itu, konsumen juga perlu membiasakan diri untuk mempertimbangkan kebutuhan sebelum membeli barang, membuat daftar belanja, membatasi penggunaan aplikasi belanja pada malam hari, serta menghindari transaksi ketika sedang berada dalam kondisi emosional yang tidak stabil.
Dalam kesimpulan, Pengaruh Stres terhadap Impulsive Buying dalam Fenomena Midnight Shopping Syndrome pada Generasi Z merupakan fenomena yang kompleks dan dipengaruhi oleh berbagai faktor. Oleh karena itu, individu perlu memiliki kesadaran dalam mengelola emosi dan mengambil keputusan pembelian secara lebih bijak. Dengan demikian, Generasi Z dapat menjadi konsumen digital yang lebih bijak, rasional, dan bertanggung jawab.











