Hesti.id – 29 Juni 2026 | Dalam upaya untuk mempercepat pertumbuhan ekosistem gim di Indonesia, Coda dan Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (EKRAF) telah menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) yang bertujuan untuk membuka akses pengembang gim Indonesia ke pasar global. Kerja sama ini diharapkan mampu memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat unggulan bagi pengembang gim dan kreativitas digital.
Melalui kemitraan ini, Coda dan EKRAF akan bersinergi memberikan dukungan kepada para pengembang gim lokal dengan pengetahuan, perangkat komersial, dan kapabilitas bisnis yang komprehensif. Langkah ini diambil untuk mendorong pengembangan skala bisnis mereka, sehingga mereka dapat memperluas jangkauan audiens ke tingkat global dan meningkatkan daya saing di pasar internasional.
Nota Kesepahaman ini tidak hanya menjadi simbol komitmen bersama antara Coda dan EKRAF, tetapi juga melanjutkan kolaborasi yang telah terjalin sebelumnya. Dengan dukungan penuh dari EKRAF, inisiatif ini telah berhasil meningkatkan kapasitas lebih dari 70 pengembang lokal melalui acara Global Game Jam Pre-Workshop di Jakarta.
Baca juga:
Lebih lanjut, Coda berkomitmen untuk memperluas jangkauan pasar internasional bagi gim buatan anak bangsa melalui Codashop, platform marketplace yang dimiliki Coda untuk pembelian konten dalam gim dan konten digital. Selain itu, Coda dan EKRAF juga akan meluncurkan kampanye Guard Your Game, yang bertujuan untuk meningkatkan literasi digital dan menciptakan ruang bermain gim daring yang lebih aman dengan edukasi bagi para pemain mengenai modus penipuan daring.
Sinergi ini sejalan dengan visi Pemerintah Indonesia untuk mengembangkan industri gim yang berbasis komersial yang kuat dan berdaya saing tinggi secara internasional, serta menjadi wadah bagi talenta Indonesia untuk menunjukkan bakat mereka di kancah global.
Shane Happach, CEO Coda, menyatakan, “Indonesia adalah rumah bagi komunitas pengembang gim yang dinamis dan pertumbuhannya sangat mengesankan. Meskipun ada banyak talenta kreatif, membangun bisnis gim yang sukses memerlukan akses ke infrastruktur dan peluang komersial yang tepat. Dengan kemitraan ini, kami ingin mendampingi lebih banyak pengembang dalam perjalanan mereka, memperluas akses mereka ke perangkat, keahlian, dan jaringan global. Kami berharap ini akan membantu lebih banyak studio gim di Indonesia untuk membangun bisnis yang berkelanjutan dan menjangkau pemain di seluruh dunia.”
Happach juga menambahkan bahwa Coda selalu berkomitmen terhadap ekonomi digital dan kreatif di Indonesia. Dengan bangga, mereka menjalin kemitraan dengan EKRAF untuk mendukung generasi penerus pengembang Indonesia dalam mencapai kesuksesan di pasar internasional.
Perilaku konsumen juga menunjukkan perubahan, di mana 55% pemain gim mobile kini menggunakan dompet digital untuk bertransaksi, sedangkan hampir seperempat pemain menggunakan pembayaran melalui operator seluler. Tren ini menunjukkan pentingnya solusi pembayaran lokal yang adaptif, guna membantu penerbit menjangkau lebih banyak pemain dan mengoptimalkan potensi pendapatan baru.
Melalui kolaborasi dengan EKRAF, Coda berupaya memfasilitasi pengembang Indonesia agar dapat memanfaatkan peluang tersebut dengan menyediakan perangkat komersial, keahlian teknis, dan infrastruktur yang dibutuhkan untuk mengembangkan bisnis mereka baik di dalam maupun luar negeri.
Irene Umar, Wakil Menteri Ekonomi Kreatif, mengatakan bahwa kolaborasi ini mencerminkan keseriusan Pemerintah Indonesia dalam mendukung pertumbuhan industri gim nasional. Dia menekankan bahwa kolaborasi ini bukan sekedar penandatanganan nota kesepahaman, tetapi merupakan langkah formal yang menunjukkan komitmen dari pemerintah dan sektor industri.
“Dengan penguatan ekosistem ini, kami ingin membuktikan bahwa kita tidak hanya mampu memenangi kejuaraan dunia sebagai pemain, tetapi juga menguasai pasar global sebagai kreator yang hebat,” ujarnya.
Ke depan, Coda dan EKRAF berencana untuk terus mengeksplorasi berbagai program lainnya guna mendukung pertumbuhan berkelanjutan industri kreatif digital di Indonesia. Melalui kolaborasi ini, diharapkan para kreator Indonesia dapat mengakses peluang global serta mendukung pertumbuhan yang berkelanjutan, ketahanan, dan daya saing industri gim di tanah air.
Coda, yang didirikan di Indonesia dan kini berkantor pusat di Singapura, telah berkembang menjadi platform perdagangan digital global yang beroperasi di lebih dari 80 pasar dan mendukung lebih dari 400 metode pembayaran. Kontribusi Indonesia terhadap pendapatan global Coda mencapai sekitar 22%. Dengan Codashop, platform konsumen unggulan Coda, Indonesia mencatat rata-rata kunjungan bulanan lebih dari 13 juta dan lebih dari 1 juta pembeli aktif setiap bulannya.











