9 Juli 2026

Burhanuddin Muhtadi Soroti Survei Korupsi Polri di ASEAN

Penulis

Kim Cuc Krissa Kim Cuc

Burhanuddin Muhtadi Soroti Survei Korupsi Polri di ASEAN
Burhanuddin Muhtadi Soroti Survei Korupsi Polri di ASEAN

Hesti.id – 09 Juli 2026 | Ramai jadi Sorotan Publik Karena Persepsikan Polri Korup, Burhanuddin Muhtadi Jelaskan Kelemahan Metode Survei IndexMundi di Jakarta. Belakangan ini, Polri menjadi sorotan publik setelah hasil survei dari IndexMundi Global Survey menunjukkan bahwa institusi kepolisian Indonesia ini menempati peringkat 18 dunia dalam hal persepsi korupsi, dan bahkan terkorup di kawasan Asia Tenggara. Penemuan ini tentunya memicu berbagai reaksi dari masyarakat dan para ahli.

Burhanuddin Muhtadi, Founder dan Peneliti Utama Indikator Politik Indonesia, memberikan pandangannya mengenai metodologi survei yang digunakan. Menurutnya, ada kelemahan signifikan dalam metode yang diterapkan oleh IndexMundi. “Kelemahan utama metodologi IndexMundi terletak pada penggunaan survei online terbuka (open web-based polling) tanpa kontrol sampel yang ketat,” ungkap Burhanuddin dalam keterangan persnya.

Ia melanjutkan bahwa mekanisme pengumpulan data melalui survei daring terbuka tidak dapat mencerminkan kondisi populasi secara menyeluruh. “Data yang dihasilkan mencerminkan persepsi subjektif pengguna internet, bukan data statistik empiris yang terverifikasi secara ilmiah,” tambahnya. Hal ini menimbulkan pertanyaan mengenai validitas hasil survei tersebut.

Salah satu isu yang diangkat Burhanuddin adalah adanya bias sampel. “Responden yang berpartisipasi dalam survei tersebut hanya berasal dari individu yang memiliki akses internet, memahami teknologi, dan menguasai bahasa yang digunakan. Hal ini jelas tidak merepresentasikan seluruh demografi masyarakat,” jelasnya. Tanpa adanya verifikasi identitas yang ketat, ada kemungkinan hasil survei bisa dimanipulasi.

Lebih lanjut, Burhanuddin juga menekankan pentingnya melakukan verifikasi terhadap hasil survei dengan menggunakan metode yang lebih kredibel. “Polda Metro dan kalangan akademisi perlu melakukan kajian yang lebih mendalam untuk memahami kondisi sebenarnya di lapangan,” katanya. Pendapat ini menggarisbawahi pentingnya metodologi yang solid dalam mengumpulkan data yang akurat.

Hasil survei IndexMundi yang menempatkan Polri pada posisi terkorup di Asia Tenggara tentu bisa mempengaruhi citra institusi ini. Namun, masyarakat diharapkan untuk tidak hanya menerima hasil survei begitu saja, melainkan juga memahami metodologi yang digunakan untuk menghasilkan data tersebut.

Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa kita perlu lebih kritis terhadap hasil survei yang ada, terutama yang berkaitan dengan persepsi korupsi. Semua pihak, baik itu pemerintah maupun masyarakat, harus bekerja sama untuk memperbaiki citra Polri dan memastikan bahwa data yang digunakan dalam survei lebih akurat dan dapat dipercaya.

Related Post

Tinggalkan komentar