Hesti.id – 09 Juli 2026 | Proses Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) di Banten, khususnya di SMAN 2 Kota Serang, sedang menjadi sorotan tajam. Ombudsman RI Perwakilan Provinsi Banten telah menemukan dugaan kejanggalan serius dalam pelaksanaan SPMB ini. Beberapa orangtua murid mengeluhkan bahwa nama anak mereka hilang dari sistem jelang pengumuman hasil seleksi.
Kepala Ombudsman Banten, Fadli Afriadi, mengungkapkan bahwa pihaknya menemukan indikasi manipulasi data siswa yang masuk melalui jalur ilegal setelah masa pra-SPMB selesai. Temuan ini muncul setelah adanya protes dari orangtua murid yang merasa dirugikan.
Dari hasil klarifikasi yang dilakukan, Ombudsman menemukan bukti bahwa ada perubahan pada data peserta didik yang tidak wajar. Dalam kasus ini, ada seorang calon siswa yang pada awalnya tidak mengunggah dokumen prestasi, namun tiba-tiba dokumen tersebut muncul di akun peserta saat proses SPMB berlangsung. Hal ini mengindikasikan adanya upaya manipulasi data yang dapat merugikan siswa lain yang mengikuti seleksi secara jujur.
Baca juga:
Selain itu, situasi kritis juga terjadi di Bandar Lampung. Banyak orangtua, seperti Kurnia, yang mendatangi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan setempat untuk mempertanyakan hasil SPMB. Mereka merasa anak-anak mereka seharusnya diterima di SMP negeri terdekat, tetapi kenyataannya tidak ada satupun yang berhasil diterima. Kurnia dan orangtua lainnya mempertanyakan sistem koordinat yang digunakan dalam SPMB, yang dinilai tidak adil dan membingungkan.
Polemik ini semakin memanas ketika Ombudsman mulai menyelidiki laporan-laporan yang masuk. Ditemukan bahwa proses pendaftaran SPMB tidak transparan dan memunculkan banyak masalah bagi orangtua serta siswa. Mereka meminta agar pihak terkait segera melakukan evaluasi dan perbaikan agar kejadian serupa tidak terulang di tahun-tahun mendatang.
Dalam kompetisi lain, prestasi membanggakan juga diraih oleh mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia yang berhasil meraih juara pertama dalam ajang Lomba Poco-Poco Mix tingkat nasional. Tim yang terdiri dari lima mahasiswa ini berhasil menyisihkan tim dari universitas lain, menunjukkan bahwa meski ada masalah dalam SPMB, Banten juga memiliki potensi yang luar biasa dalam bidang prestasi seni dan olahraga.
Setelah rangkaian kejadian ini, penting bagi pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten untuk melakukan evaluasi mendalam mengenai pelaksanaan SPMB agar tidak ada lagi keluhan serupa di masa depan. Kejelasan dan transparansi dalam setiap proses seleksi menjadi hal yang sangat penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap sistem pendidikan di daerah ini.











