22/06/2026

BUKK Genjot Bisnis EPC Sektor SDA Targetnya Jumbo, Pertumbuhan di Tahun 2026 Diperkirakan Meningkat

Penulis

Pande Tóng

BUKK Genjot Bisnis EPC Sektor SDA Targetnya Jumbo, Pertumbuhan di Tahun 2026 Diperkirakan Meningkat
BUKK Genjot Bisnis EPC Sektor SDA Targetnya Jumbo, Pertumbuhan di Tahun 2026 Diperkirakan Meningkat

Hesti.id – 22 Juni 2026 | PT Bukaka Teknik Utama Tbk (BUKK) akan fokus menggenjot bisnis engineering, procurement, and construction (EPC) di sektor sumber daya alam (SDA) seperti minyak dan gas (migas) serta pertambangan demi mengejar target pendapatan kontrak tahun buku 2026 sebesar Rp4,1 triliun. BUKK Genjot Bisnis EPC Sektor SDA Targetnya Jumbo, dengan sentimen positif berupa kembali dibukanya proyek transisi kelistrikan domestik hingga penetrasi bisnis perseroan di pasar internasional.

Direktur BUKK Didin Saepudin menyampaikan bahwa secara keseluruhan, perseroan menargetkan pendapatan kontrak pada 2026 mesti lebih baik dibandingkan 2025. Mengingat, pendapatan perseroan sepanjang periode 2025 terkoreksi menjadi Rp3,9 triliun. Dengan demikian, BUKK Genjot Bisnis EPC Sektor SDA Targetnya Jumbo, fokus BUKK memperkuat sektor EPC migas dan pertambangan merupakan bagian dari upaya perseroan untuk merealisasikan target pendapatan kontrak sebesar Rp4,1 triliun dengan rasio profit sekitar 14,91% atau sebesar Rp265 miliar.

Fokus tersebut sejalan dengan lini usaha BUKK yang kini sudah terbagi dalam tiga klaster utama yaitu infrastruktur, energi dan pertambangan serta klaster transportasi. Tidak sampai di situ, BUKK juga mencoba memperlebar sayap bisnisnya dengan menambah kegiatan usaha guna menunjang ekspansi. BUKK Genjot Bisnis EPC Sektor SDA Targetnya Jumbo, maka dari itu, selain menggenjot bisnis EPC migas dan pertambangan, emiten terafiliasi politisi sekaligus pengusaha nasional, Jusuf Kalla, ini juga agresif melakukan ekspansi ke beberapa negara seperti India, Kuwait, Oman dan Singapura.

Di India, Didin menyebut, BUKK menggandeng pemain lokal untuk penjualan garbarata. Sedangkan di Oman, BUKK telah mengantongi kontrak paying sebesar US$15 juta dan masih terus aktif mengikuti tender di Bandara Changi, Singapura, untuk pengadaan garbarata termasuk berpartisipasi pada beberapa proyek di Spanyol dan Malaysia. BUKK Genjot Bisnis EPC Sektor SDA Targetnya Jumbo, dengan harapan dapat meningkatkan pendapatan perseroan di tahun 2026.

Untuk menghadapi tantangan industri, yang saat ini banyak tekanan dari produk-produk manufaktur asal China, BUKK tidak lagi sekadar menjual produk jadi. Melainkan, menawarkan pekerjaan yang terintegrasi penuh. Dengan demikian, BUKK Genjot Bisnis EPC Sektor SDA Targetnya Jumbo, dapat meningkatkan daya saing perseroan di pasar internasional.

Terakhir, terkait kebijakan penggunaan laba bersih 2025, rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) telah memutuskan untuk tidak membagikan dividen. Adapun, laba bersih yang diraih BUKK sebesar Rp310,9 miliar pada 2025 masing-masing sebesar Rp294,9 miliar dialokasikan sebagai pengembangan usaha, investasi dan modal kerja. Sisanya, sebesar Rp16 miliar disisihkan sebagai laba cadangan.

Kesimpulan dari rencana BUKK Genjot Bisnis EPC Sektor SDA Targetnya Jumbo, adalah perseroan berharap dapat meningkatkan pendapatan dan profit di tahun 2026 dengan fokus pada sektor EPC migas dan pertambangan, serta ekspansi ke pasar internasional. Dengan demikian, BUKK dapat meningkatkan daya saing dan mencapai target pendapatan kontrak sebesar Rp4,1 triliun.

Related Post

Tinggalkan komentar