22/06/2026

Indonesia Malaysia Partnership Empowers Indonesian Migrant Workers: Membangun Masa Depan Lebih Cerah

Penulis

Igone Shayleigh Igone

Indonesia Malaysia Partnership Empowers Indonesian Migrant Workers: Membangun Masa Depan Lebih Cerah
Indonesia Malaysia Partnership Empowers Indonesian Migrant Workers: Membangun Masa Depan Lebih Cerah

Hesti.id – 22 Juni 2026 | Partnership antara Indonesia dan Malaysia telah membuktikan diri sebagai kekuatan penting dalam memajukan kesejahteraan pekerja migran Indonesia di Malaysia. Indonesia Malaysia Partnership Empowers Indonesian Migrant Workers, sebuah program yang diinisiasi oleh University of Indonesia (UI) dan Universiti Teknologi Malaysia (UTM), telah menunjukkan komitmen kuat dalam meningkatkan kualitas hidup pekerja migran dan keluarga mereka. Dengan fokus pada pendidikan, pengembangan masyarakat, dan perlindungan hak-hak dasar, program ini telah berhasil menyentuh kehidupan banyak orang.

Sebagai salah satu negara penerima migran terbesar di Asia Tenggara, Malaysia menjadi tujuan bagi sekitar 2,7 juta pekerja migran Indonesia. UI dan UTM menyadari bahwa isu pekerja migran tidak hanya terkait dengan pekerjaan dan migrasi, tetapi juga melibatkan perlindungan hak-hak dasar, akses pendidikan berkualitas, dan dukungan untuk perkembangan anak. Oleh karena itu, mereka mengembangkan program Enhancing Quality Education for International Impacts and Recognition (EQUITY) untuk memperkuat keluarga pekerja migran Indonesia di Malaysia.

Program EQUITY, yang didanai oleh University of Indonesia’s Community Development Grant, menawarkan serangkaian kegiatan pendidikan dan pengembangan masyarakat yang ditujukan untuk orang tua, guru, dan anak-anak Indonesia yang tinggal di Malaysia. Kegiatan-kegiatan tersebut mencakup pendidikan budaya dan sains untuk anak-anak, kelas pengembangan sensorimotor, pelatihan produksi sabun dari minyak goreng bekas, dan lokakarya orang tua. Semua kegiatan dilaksanakan di Sanggar Bimbingan Meru (SB Meru), sebuah Pusat Pembelajaran Masyarakat yang didirikan oleh pemerintah Indonesia di Selangor, Malaysia.

Dalam fase pertama program, yang dimulai pada Desember 2025, UI dan UTM meluncurkan program literasi yang memperkenalkan budaya Indonesia kepada anak-anak. Peserta belajar tentang keanekaragaman pulau, flora, dan fauna Indonesia, serta permainan tradisional melalui metode pembelajaran interaktif dan kreatif. Sebuah lokakarya pelatihan guru juga diselenggarakan untuk memperkuat kapasitas pendidik di SB Meru, dengan penekanan pada kreativitas dan adaptabilitas dalam mengajar.

Pada bulan Mei-Juni 2026, UI dan UTM melanjutkan program dengan kegiatan pengembangan sensorimotor untuk anak-anak, sesi pendidikan sains yang dipimpin oleh Prof. Dr. rer. nat. Agustino Zulys, dan sebuah lokakarya orang tua bertajuk Happy Parents, Happy Children, yang disampaikan oleh psikolog dan dosen UI, Dini Rahma Bintari. Kegiatan-kegiatan tersebut dirancang untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak-anak pekerja migran, serta mendorong keterlibatan orang tua yang aktif di rumah.

Indonesia Malaysia Partnership Empowers Indonesian Migrant Workers telah menunjukkan bahwa kerja sama antarnegara dapat memberikan dampak positif pada kesejahteraan pekerja migran Indonesia dan keluarga mereka. Program ini juga mencontohkan bagaimana institusi akademis dapat berperan aktif dalam mendukung masyarakat yang rentan dan memperkuat ikatan antara Indonesia dan Malaysia. Dengan harapan bahwa kerja sama ini dapat menginspirasi lembaga dan pemangku kepentingan lain untuk melakukan inisiatif serupa, mendukung komunitas Indonesia di luar negeri, dan memperkuat rasa solidaritas di antara warga negara Indonesia di luar negeri.

Kesimpulan dari program ini adalah bahwa Indonesia Malaysia Partnership Empowers Indonesian Migrant Workers telah membuktikan diri sebagai sebuah kekuatan penting dalam memajukan kesejahteraan pekerja migran Indonesia di Malaysia. Dengan fokus pada pendidikan, pengembangan masyarakat, dan perlindungan hak-hak dasar, program ini telah berhasil menyentuh kehidupan banyak orang dan memberikan harapan untuk masa depan yang lebih cerah bagi pekerja migran dan keluarga mereka.

Related Post

Tinggalkan komentar