Hesti.id – 17 Juni 2026 | Startup Mahasiswa UNM Penerima P2MW Belajar dari Industri Bidik Pasar Dekorasi Kreatif merupakan salah satu contoh inovasi yang lahir dari kreativitas mahasiswa Universitas Nusa Mandiri (UNM). Melalui pendanaan Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) 2026, tim Artholic Studio yang terdiri atas Syafa Nabila Puteri Syam, Mela Octaviani, Kencana Eka Nayla, Haibatus Shonya, dan Muhammad Syah Reza dapat mengembangkan bisnis berbasis inovasi dan keberlanjutan.
Pelatihan pembuatan hiasan dinding berbahan Medium Density Fiberboard (MDF) yang diikuti Tim Artholic Studio menjadi bagian dari strategi penguatan kapasitas usaha mahasiswa agar mampu menghasilkan produk yang lebih berkualitas, inovatif, dan memiliki daya saing tinggi di pasar industri kreatif. Dalam pelatihan tersebut, peserta memperoleh pembelajaran langsung mulai dari pemilihan bahan baku, teknik pengolahan limbah kayu, proses produksi, pengeboran, pengeleman desain pada media MDF, hingga teknik penyimpanan produk agar tetap awet dan terhindar dari kerusakan maupun jamur.
Ketua Tim Artholic Studio, Syafa Nabila Puteri Syam, mengatakan pelatihan ini memberikan pengalaman praktis yang sangat berharga bagi tim dalam mengembangkan usaha. "Melalui pelatihan ini, kami tidak hanya belajar membuat produk yang menarik, tetapi juga memahami standar kualitas produksi, pemilihan bahan yang tepat, hingga strategi menjaga kualitas produk. Pengalaman ini menjadi bekal penting untuk mengembangkan Artholic Studio agar semakin kompetitif di pasar," ujarnya.
Baca juga:
Startup Mahasiswa UNM Penerima P2MW Belajar dari Industri Bidik Pasar Dekorasi Kreatif juga mendapatkan apresiasi dari pemilik Arna Decor, Adelia Rizki Nur Azizah. "Pemanfaatan limbah kayu menjadi produk dekoratif memiliki peluang bisnis yang besar. Kami berharap pelatihan ini dapat membantu mahasiswa memahami proses produksi secara profesional sekaligus mendorong lahirnya inovasi-inovasi baru yang bernilai ekonomi dan ramah lingkungan," ungkapnya.
Dosen pendamping Artholic Studio, Johan Hendri Prasetyo, menilai kolaborasi dengan pelaku industri menjadi langkah penting dalam memperkuat kesiapan mahasiswa menghadapi dunia usaha yang sesungguhnya. "Belajar langsung dari praktisi memberikan pengalaman yang tidak diperoleh di ruang kelas. Mahasiswa dapat memahami proses bisnis secara utuh, mulai dari produksi hingga strategi pengembangan usaha. Ini menjadi bekal berharga untuk membangun bisnis yang berkelanjutan," jelasnya.
Startup Mahasiswa UNM Penerima P2MW Belajar dari Industri Bidik Pasar Dekorasi Kreatif merupakan contoh nyata bagaimana kreativitas mahasiswa dapat diubah menjadi peluang bisnis yang menjanjikan sekaligus memberikan dampak positif bagi lingkungan. Melalui pendampingan Nusa Mandiri Entrepreneur Center (NEC) dan Nusa Mandiri Startup Center (NSC), mahasiswa didorong untuk membangun usaha yang mampu bertahan dan berkembang dalam jangka panjang.
Kesimpulan dari kegiatan ini adalah pentingnya kolaborasi antara akademisi dan industri dalam mengembangkan bisnis berbasis inovasi dan keberlanjutan. Dengan demikian, mahasiswa dapat memperoleh pengalaman praktis yang berharga dan siap menghadapi dunia usaha yang sesungguhnya. Startup Mahasiswa UNM Penerima P2MW Belajar dari Industri Bidik Pasar Dekorasi Kreatif merupakan contoh sukses dari kolaborasi ini dan diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk mengembangkan bisnis yang inovatif dan berkelanjutan.











