18/06/2026

PLN Kurang 20 Juta Metrik Ton Batubara, Kementerian ESDM Putar Otak

Penulis

Babette Babette Leanne

PLN Kurang 20 Juta Metrik Ton Batubara, Kementerian ESDM Putar Otak
PLN Kurang 20 Juta Metrik Ton Batubara, Kementerian ESDM Putar Otak

Hesti.id – 18 Juni 2026 | PLN kurang 20 juta metrik ton batubara, Kementerian ESDM putar otak untuk menyelesaikan masalah ini. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan bahwa pihaknya sedang mengkaji opsi revisi harga batu bara yang dipasok untuk PT PLN (Persero) melalui program wajib pasok domestik atau domestic market obligation (DMO). PLN kurang 20 juta metrik ton batubara, Kementerian ESDM putar otak untuk menyelesaikan masalah ini.

Menurut Bahlil, ketentuan harga DMO yang ditetapkan sebesar US$70/ton untuk sektor kelistrikan dan US$90/ton untuk sektor industri telah berlaku sejak 2018 dan belum berubah selama 8 tahun terakhir. Namun, para pengusaha batu bara mengalami kenaikan stripping ratio (SR) atau perbandingan antara volume tanah penutup yang harus dibongkar untuk mendapatkan satu ton batu bara.

PLN kurang 20 juta metrik ton batubara, Kementerian ESDM putar otak untuk menyelesaikan masalah ini. Bahlil mengatakan bahwa pihaknya harus membijaksanai agar teman-teman pengusaha juga jangan dibeli dengan harga yang sangat murah. Kalau beli harganya rugi, enggak mungkin juga, karena pengusaha juga kan harus dijaga agar tidak rugi.

PLN kurang 20 juta metrik ton batubara, Kementerian ESDM putar otak untuk menyelesaikan masalah ini. Kementerian ESDM menghitung plus minus agar PLN-nya juga tidak dirugikan dan pengusahanya juga tidak dirugikan. Bahlil menambahkan bahwa pihaknya juga sedang mengkaji formula yang menguntungkan baik untuk PLN maupun perusahaan tambang batu bara.

Kesimpulan dari masalah PLN kurang 20 juta metrik ton batubara, Kementerian ESDM putar otak untuk menyelesaikan masalah ini adalah bahwa pihaknya harus menemukan solusi yang tepat untuk menyelesaikan masalah ini. PLN kurang 20 juta metrik ton batubara, Kementerian ESDM putar otak untuk menyelesaikan masalah ini dengan mengkaji opsi revisi harga batu bara yang dipasok untuk PT PLN melalui program wajib pasok domestik atau domestic market obligation (DMO).

Related Post

Tinggalkan komentar