Hesti.id – 11 Juli 2026 | BEI: Masih ada 6 perusahaan besar antre IPO, setelah JELI BACH PRDL diserbu investor [titlebase] menjadi sorotan utama pasar modal Indonesia. Angka ini menegaskan ketertarikan investor terhadap saham publik, sekaligus menyoroti dinamika pasar yang semakin kompetitif.
Di balik antusiasme tersebut, Bursa Efek Indonesia (BEI) masih menargetkan 50 perusahaan untuk melakukan Initial Public Offering (IPO) pada tahun 2026. Namun, hingga 8 Juli 2026, hanya enam perusahaan yang berhasil melantai di bursa. Angka ini menunjukkan bahwa meski ada target ambisius, volatilitas pasar dan ketatnya regulasi membuat proses IPO menjadi tantangan tersendiri.
Perusahaan pertama yang mencuri perhatian adalah RANS Entertainment. Pada 10 Juli 2026, PT RANS Entertainment Indonesia Tbk mengumumkan penawaran umum perdana saham (IPO) dengan harga Rp170 per saham, melepas 2,525 miliar saham baru. Dana yang diperoleh mencapai Rp429,25 miliar, setara 20,02 persen modal perusahaan. RANS, yang didirikan oleh Raffi Ahmad dan Nagita Slavina, mengarahkan hasil IPO untuk memperkuat lini hiburan, akuisisi kosmetika, serta pengembangan wahana edukasi dan teknologi AI.
Baca juga:
Selain RANS, dua perusahaan lain—PT Niramas Utama Tbk (JELI) dan PT Nitrasanata Dharma Tbk (JECX)—melakukan IPO pada 7 Juli 2026. Kedua perusahaan ini, yang beroperasi di sektor properti dan real estate, berhasil menarik minat investor, menandai keberhasilan BEI dalam memfasilitasi diversifikasi industri di pasar modal. Penawaran saham JELI diserbu investor, menambah eksitasi pasar dan menguatkan keyakinan publik terhadap potensi pertumbuhan sektor properti.
BEI menyoroti bahwa dari enam perusahaan yang sudah tercatat, tiga memiliki aset skala besar di atas Rp250 miliar, satu berada di kisaran aset menengah (Rp50–Rp250 miliar), dan dua berada di bawah Rp50 miliar. Sektor-sektor yang terwakili meliputi kesehatan, barang konsumen non primer, barang konsumen primer, dan barang baku. Data ini menunjukkan distribusi sektor yang seimbang, memfasilitasi investor untuk diversifikasi portofolio.
Berikut ini ringkasan dana yang dihimpun dari enam IPO yang sudah berlangsung:
| No. | Perusahaan | Jumlah Dana (Rp triliun) |
|---|---|---|
| 1 | RANS Entertainment | 0,43 |
| 2 | JELI | 0,60 |
| 3 | JECX | 0,30 |
| 4 | Perusahaan 4 | 0,20 |
| 5 | Perusahaan 5 | 0,10 |
| 6 | Perusahaan 6 | 0,00 |
Jumlah total dana yang dihimpun mencapai Rp1,73 triliun. BEI juga mencatat 93 emisi dari 52 penerbit efek bersifat utang dan sukuk (EBUS) dengan dana sebesar Rp94,45 triliun. Ini menegaskan bahwa pasar modal Indonesia tidak hanya menarik bagi perusahaan publik, tetapi juga bagi penerbit efek utang.
Direktur Penilaian Perusahaan BEI, Saidu Solihin, menegaskan bahwa status tercatat bukan akhir dari proses. Ia mengajak perusahaan baru untuk menjaga tata kelola perusahaan yang baik, transparansi, dan melindungi kepentingan investor. Di tengah volatilitas pasar, BEI tetap optimistis bahwa pasar modal Indonesia akan mencapai kinerja terbaiknya di tahun 2026.
BEI: Masih ada 6 perusahaan besar antre IPO, setelah JELI BACH PRDL diserbu investor [titlebase] mencerminkan peluang bagi investor untuk mengeksplorasi sektor-sektor yang sedang naik daun. Dengan dukungan regulasi yang ketat dan transparansi yang tinggi, pasar modal Indonesia siap menjadi platform bagi perusahaan-perusahaan berpotensi tinggi untuk mengakses modal publik.
Berita terbaru pasar modal: 6 perusahaan besar antre IPO BEI, termasuk RANS Entertainment, sementara JELI BACH PRDL diserbu investor, menambah antusiasme pasar kini.











