6 Juli 2026

Vietnam dan Filipina Resmi Naik Kelas Jadi Negara Menengah Atas

Penulis

Babette Babette Leanne

Vietnam dan Filipina Resmi Naik Kelas Jadi Negara Menengah Atas
Vietnam dan Filipina Resmi Naik Kelas Jadi Negara Menengah Atas

Hesti.id – 06 Juli 2026 | Vietnam dan Filipina resmi naik kelas jadi negara menengah atas [titlebase] setelah Bank Dunia mengumumkan pembaruan klasifikasi pendapatan negara pada 1 Juli 2026. Ini merupakan pencapaian penting bagi kedua negara yang telah menunjukkan pertumbuhan ekonomi yang mengesankan dalam beberapa tahun terakhir. Dengan status baru ini, mereka kini bergabung dengan empat negara lain di Asia Tenggara, yaitu Singapura, Malaysia, dan Thailand, yang sudah lebih dahulu berada dalam kategori berpendapatan menengah atas.

Vietnam, yang sebelumnya berstatus sebagai negara berpendapatan menengah bawah sejak 2009, mencatatkan Pendapatan Nasional Bruto (GNI) per kapita sebesar USD 4.970 pada tahun 2025. Angka ini melampaui ambang batas yang ditetapkan oleh Bank Dunia sebesar USD 4.636. Pertumbuhan ini didorong oleh model ekonomi berbasis ekspor yang sangat kuat, dengan nilai ekspor tumbuh lebih dari 15 persen dalam dua tahun terakhir.

Di sisi lain, Filipina yang telah berada dalam kategori berpendapatan menengah bawah sejak akhir 1980-an, juga berhasil meningkatkan GNI per kapita menjadi USD 4.850. Kenaikan status Filipina ini mencerminkan pertumbuhan yang merata di berbagai sektor, bukan hanya bergantung pada satu sektor tertentu. Hal ini menunjukkan bahwa transformasi ekonomi yang terjadi di Filipina cukup solid.

Sekretaris Perencanaan Ekonomi Filipina, Arsenio Balisacan, menyatakan bahwa meskipun menghadapi tantangan global dan domestik, Filipina terus berkomitmen untuk mendorong pertumbuhan yang inklusif dan menjaga fundamental ekonomi agar tetap kuat.

Sementara itu, Vietnam berambisi untuk mencapai pertumbuhan ekonomi dua digit tahun ini, didukung oleh reformasi yang lebih ramah terhadap dunia usaha dan investasi besar-besaran di sektor infrastruktur. Dengan pertumbuhan PDB yang diperkirakan mencapai 7 hingga 8 persen, Vietnam dipandang sebagai salah satu negara dengan pertumbuhan tercepat di kawasan Asia.

Perubahan status ini juga memberikan dampak positif terhadap kepercayaan investor. Dengan lebih banyak negara di Asia Tenggara yang masuk dalam kategori berpendapatan menengah atas, ada harapan untuk peningkatan investasi dan pertumbuhan ekonomi yang lebih baik di kawasan tersebut.

Namun, posisi Indonesia sebagai negara berpendapatan menengah atas kini mulai terancam. Meskipun Indonesia masuk dalam kategori ini lebih awal, pertumbuhan ekonominya yang cenderung stagnan dapat memberikan celah bagi Vietnam dan Filipina untuk mengejar dan bahkan melampaui Indonesia dalam waktu dekat. Saat ini, GNI per kapita Indonesia berada di kisaran USD 4.900 hingga USD 5.000, yang meskipun relatif unggul, namun pertumbuhan ekonomi Indonesia lebih lambat dibandingkan dengan kedua negara tetangga tersebut.

Dalam konteks ini, penting bagi Indonesia untuk memperhatikan kondisi ekonomi makro dan melakukan langkah-langkah strategis untuk menjaga posisi kepemimpinan ekonomi di kawasan Asia Tenggara. Dengan meningkatnya persaingan dari Vietnam dan Filipina, Indonesia harus berfokus pada pengembangan sektor-sektor yang dapat mendorong pertumbuhan yang lebih cepat dan berkelanjutan.

Related Post

Tinggalkan komentar