6 Juli 2026

Pemimpin Rusia Hadiri Pemakaman Khamenei, Iran Siap Balas AS

Penulis

Babette Babette Leanne

Pemimpin Rusia Hadiri Pemakaman Khamenei, Iran Siap Balas AS
Pemimpin Rusia Hadiri Pemakaman Khamenei, Iran Siap Balas AS

Hesti.id – 05 Juli 2026 | Teheran, 5 Juli 2026 – Pemimpin Rusia hadir dalam pemakaman Ayatollah Ali Khamenei, yang berlangsung meriah di Masjid Imam Khomeini, Teheran. Dalam suasana yang penuh emosi, para pelayat menyuarakan keyakinan bahwa Iran akan menang atas AS. Ratusan ribu orang berkumpul untuk memberikan penghormatan terakhir kepada mantan pemimpin tertinggi Iran yang gugur akibat serangan gabungan AS-Israel pada 28 Februari lalu.

Prosesi pemakaman berlangsung selama tujuh hari, dimulai dari 3 hingga 9 Juli, menyusuri beberapa kota di Iran dan Irak. Di tengah cuaca panas, ribuan pelayat tetap antusias datang untuk meratapi kepergian Khamenei. Jenazahnya disemayamkan di Masjid Imam Khomeini, dan shalat jenazah dipimpin oleh Ayatollah Jafar Sobhani, seorang ulama senior yang dihormati.

Acara ini juga diwarnai dengan seruan balas dendam terhadap Presiden AS Donald Trump. Beberapa pelayat meneriakkan slogan-slogan menuntut pembalasan atas kematian Khamenei. Penyair Mohammad Rasouli bahkan membacakan puisi yang menyerukan agar Trump dibunuh, sebuah panggilan yang disambut sorak-sorai oleh banyak orang yang hadir.

Selain itu, tiga putra Khamenei, yaitu Masoud, Meysam, dan Mostafa, terlihat hadir dalam acara pemakaman ayah mereka. Sementara itu, Mojtaba Khamenei, yang merupakan pemimpin tertinggi baru Iran, tidak tampak di hadapan publik karena ancaman keamanan yang dihadapinya. Hal ini menunjukkan ketegangan yang masih ada setelah serangan yang menewaskan ayahnya.

Petugas keamanan memperkirakan bahwa antara 15 hingga 20 juta orang akan menghadiri rangkaian acara pemakaman ini, yang menciptakan suasana solidaritas di tengah masyarakat Iran. Banyak di antara mereka yang mengenakan pakaian hitam dan membawa bendera Iran, mengungkapkan duka sekaligus semangat perjuangan.

Serangan yang menewaskan Khamenei juga memicu berbagai reaksi dari pejabat AS. Donald Trump berkomentar bahwa Iran tampaknya sangat ingin mencapai kesepakatan damai, meskipun banyak warga Iran yang merasakan ketidakpercayaan terhadap negara tersebut. Dalam pandangan mereka, kematian Khamenei justru menguatkan solidaritas nasional dan tekad untuk melawan AS.

Dengan kehadiran pemimpin Rusia di pemakaman ini, terlihat adanya dukungan internasional terhadap Iran di tengah situasi geopolitik yang sulit. Iran bertekad untuk menunjukkan bahwa meski menghadapi tekanan dari luar, mereka tetap bersatu dan siap untuk menghadapi segala tantangan.

Prosesi pemakaman Khamenei akan dilanjutkan ke kota suci seperti Qom dan Mashhad, di mana jenazahnya akan dimakamkan. Ini adalah momen penting bagi Iran, yang ingin menunjukkan keteguhan mereka dalam menghadapi musuh-musuhnya. Rangkaian acara ini tidak hanya menjadi penghormatan bagi Khamenei, tetapi juga sebagai simbol perlawanan terhadap tekanan dari AS.

Related Post

Tinggalkan komentar