Hesti.id – 06 Juli 2026 | Kamera Under Display Smartphone (UDC) menjadi topik hangat dalam dunia teknologi, menawarkan inovasi baru dengan penempatan lensa di bawah layar. Namun, 5 alasan kamera under display smartphone jarang digunakan menjadi penghalang bagi adopsi luas teknologi ini di pasar. Meskipun desainnya menjanjikan layar penuh tanpa gangguan notch atau punch hole, kenyataannya banyak produsen besar yang masih enggan menggunakannya.
Salah satu penyebab utama adalah kualitas gambar yang dihasilkan. Pengujian menunjukkan bahwa hasil foto dari kamera UDC jauh dari memuaskan, terutama saat dibandingkan dengan kamera punch hole konvensional. Meskipun dalam kondisi pencahayaan yang optimal, detail gambar sering kali kurang tajam dan terlihat kabur. Masalah ini semakin parah ketika digunakan dalam kondisi minim cahaya, di mana kamera tidak mampu menangkap cahaya dengan baik, menghasilkan gambar yang gelap dan tidak layak untuk dipublikasikan.
Selain itu, teknologi panel yang digunakan untuk kamera UDC juga belum mencapai kematangan yang diharapkan. Panel kaca transparan yang seharusnya memungkinkan cahaya masuk ke sensor sering kali tidak cukup transparan, menghalangi cahaya yang diperlukan. Kombinasi ini membuat kualitas gambar menjadi tidak optimal, dan belum ada aksesori pelindung layar yang dapat mengatasi masalah ini.
Baca juga:
Popularitas kamera punch hole juga menjadi faktor penting dalam perlambatan adopsi teknologi UDC. Desain punch hole, meski masih meninggalkan sedikit gangguan visual, telah berhasil menjadi pilihan yang lebih disukai oleh konsumen berkat keseimbangan antara estetika dan kualitas gambar. Sementara itu, kamera UDC terkesan mengutamakan inovasi desain tanpa memperhatikan kualitas fungsi kamera.
Masalah lain yang dihadapi oleh kamera UDC adalah dampaknya pada fitur keamanan biometrik. Posisi lensa yang tersembunyi di bawah layar seringkali mengganggu kemampuan pemindai wajah untuk mengenali pengguna dengan akurat. Hal ini menjadi tantangan besar bagi produsen seperti Samsung dan Apple yang sedang berupaya mencari solusi untuk membuat sistem face unlock di bawah layar berfungsi dengan baik.
Walaupun ada tantangan, hadirnya kamera UDC masih menemukan tempat di segmen pasar tertentu, seperti ponsel gaming premium dan perangkat lipat. Beberapa model seperti ZTE nubia REDMAGIC dan Samsung Galaxy Z Fold series telah mengadopsi teknologi ini, meskipun dengan catatan bahwa pengguna lebih mengutamakan desain layar penuh dibandingkan kualitas foto.
Secara keseluruhan, 5 alasan kamera under display smartphone jarang digunakan menunjukkan bahwa meskipun teknologi ini menawarkan potensi besar, masih banyak kendala yang harus diatasi sebelum menjadi pilihan utama di pasar smartphone. Produsen masih lebih memilih desain punch hole yang terbukti lebih baik dalam hal fungsi, sambil menunggu perkembangan lebih lanjut dari teknologi UDC.











