Hesti.id – 05 Juli 2026 | Timnas Kanada, yang dipimpin oleh pelatih Jesse Marsch, mengalami perjalanan yang tak terlupakan di Piala Dunia 2026. Jonathan David, salah satu pemain kunci dalam tim, menunjukkan semangat dan keterampilan yang luar biasa selama turnamen ini. Namun, harapan mereka harus terhenti di babak 16 besar setelah kalah 3-0 dari Maroko di Houston Stadium pada dini hari WIB, 5 Juli 2026.
Di laga tersebut, Kanada memulai dengan baik. Mereka menciptakan beberapa peluang berbahaya, namun sayangnya tidak mampu memanfaatkan kesempatan tersebut. Jonathan David dan rekan-rekannya tampil dominan di babak pertama, tetapi tidak ada gol yang tercipta. Maroko, yang dikenal sebagai tim yang sangat efisien, berhasil memecah kebuntuan pada menit ke-50 melalui Azzedine Ounahi, yang mencetak dua gol dalam pertandingan ini.
Setelah gol pertama, Kanada berusaha keras untuk menyamakan kedudukan, namun justru membuka peluang bagi Maroko untuk melakukan serangan balik. Gol kedua Ounahi pada menit ke-82 dan gol ketiga yang dicetak oleh Soufiane Rahimi di masa tambahan waktu menutup mimpi Kanada untuk melangkah lebih jauh di turnamen ini. Meskipun harus menyerah, pelatih Jesse Marsch tetap bangga dengan performa timnya dan menganggap mereka telah menunjukkan permainan yang lebih baik dibanding lawan.
Baca juga:
Marsch mengatakan, “Kami tidak beruntung tidak bisa memimpin. Namun, kami memainkan permainan yang baik dan menunjukkan bahwa kami bisa menjadi tim yang lebih baik. Apa yang telah dilakukan Jonathan David dan tim dalam turnamen ini adalah sesuatu yang membanggakan bagi kami semua. Kami telah berjuang keras dan saya sangat bangga dengan mereka.”
Kanada sebelumnya mencatatkan sejarah dengan berhasil melaju ke babak 16 besar, yang merupakan pencapaian terbaik mereka sepanjang keikutsertaan di Piala Dunia. Sebelumnya, mereka hanya mampu bertahan di fase grup pada tahun 1986 dan 2022. Meskipun tidak berhasil melanjutkan perjalanan mereka, keberhasilan ini memberikan harapan baru bagi sepak bola Kanada ke depan.
Sementara itu, Maroko melanjutkan perjalanan mereka dengan percaya diri. Mereka menunjukkan kualitas yang tinggi selama pertandingan, meskipun hanya memiliki lima percobaan ke gawang. Keberhasilan ini menjadikan Maroko sebagai salah satu kandidat kuat untuk meraih gelar juara di Piala Dunia 2026. Dengan catatan tak terkalahkan dalam 34 pertandingan terakhir, mereka kini semakin diakui sebagai tim yang patut diperhitungkan di level internasional.
Dalam pertandingan ini, Jonathan David, yang merupakan harapan besar bagi Kanada, tidak mampu mencetak gol. Namun, performanya selama turnamen tetap mendapatkan pujian. Penampilan yang solid dan semangat juang yang ditunjukkannya menjadi salah satu sorotan dari tim Kanada. Meskipun langkah mereka terhenti, penggemar dan pengamat sepak bola yakin bahwa Jonathan David dan rekan-rekannya akan kembali lebih kuat di masa depan dan siap untuk menghadapi tantangan berikutnya.
Dengan pencapaian ini, Kanada kini memiliki landasan yang solid untuk membangun tim yang lebih kompetitif di kancah sepak bola dunia. Meski harus pulang lebih awal dari Piala Dunia, harapan akan masa depan yang lebih cerah tetap ada, terutama dengan pemain muda berbakat seperti Jonathan David yang siap untuk bersinar lebih terang di pentas internasional.











