4 Juli 2026

Keisuke Honda Tantang JFA Jadi Pelatih Jepang Usai Piala Dunia 2026

Penulis

Reksya Reksya Khairulanwar

Keisuke Honda Tantang JFA Jadi Pelatih Jepang Usai Piala Dunia 2026
Keisuke Honda Tantang JFA Jadi Pelatih Jepang Usai Piala Dunia 2026

Hesti.id – 04 Juli 2026 | Keisuke Honda tantang JFA jadi pelatih Jepang gantikan Hajime Moriyasu, ini janji jika gagal di Piala Asia 2027. Setelah hasil mengecewakan di Piala Dunia 2026, di mana Timnas Jepang tersingkir di babak 32 besar oleh Brasil, mantan bintang sepak bola Jepang, Keisuke Honda, menunjukkan ketidaksenangannya terhadap keputusan Federasi Sepak Bola Jepang (JFA) untuk memperpanjang kontrak pelatih Hajime Moriyasu.

Moriyasu, yang telah memimpin Jepang sejak 2018, diusulkan untuk perpanjangan kontrak meski prestasi terbaru tim tidak memenuhi harapan. Di bawah kepemimpinannya, Jepang hanya mampu mencapai 16 besar di Piala Dunia 2022 dan 32 besar di edisi terbaru. Namun, meski hasilnya kurang memuaskan, JFA tetap menilai Moriyasu sebagai sosok yang mampu membangun fondasi tim yang kuat.

Honda, yang dikenal sebagai salah satu pemain terbaik Jepang, mengekspresikan kekecewaannya melalui media sosial. Dia menyatakan bahwa keputusan JFA untuk memperpanjang kontrak Moriyasu adalah langkah yang diambil karena tidak adanya kandidat lain yang dianggap layak untuk menggantikan. “Ini akan kontroversial, tetapi saya rasa JFA hanya memberikan tawaran ini untuk mengisi kekosongan,” ujarnya.

Dia menambahkan, “Jika Moriyasu gagal di Piala Asia 2027, saya siap mengambil alih dan memberikan yang terbaik untuk tim ini.” Pernyataan ini jelas menunjukkan ambisi Honda untuk kembali terlibat dalam sepak bola Jepang, bukan hanya sebagai pemain, tetapi juga sebagai pelatih.

Dalam pandangan Honda, Jepang memiliki potensi yang besar untuk menjadi kekuatan utama di dunia sepak bola. Dia percaya bahwa dengan persiapan yang tepat, tim ini dapat mencapai kesuksesan di level internasional. Honda juga menyoroti bahwa Jepang telah menunjukkan kemajuan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir, termasuk kemenangan melawan tim besar seperti Jerman di Piala Dunia 2022.

JFA sendiri tampaknya tidak terburu-buru dalam mengambil keputusan. Mereka ingin memberikan kesempatan kepada Moriyasu untuk membuktikan diri di Piala Asia 2027 yang akan berlangsung di Arab Saudi. Dalam kompetisi tersebut, Jepang diharapkan dapat menunjukkan performa yang lebih baik dan melaju lebih jauh dari sebelumnya.

Keisuke Honda tantang JFA jadi pelatih Jepang gantikan Hajime Moriyasu, ini janji jika gagal di Piala Asia 2027, menjadi sorotan utama di kalangan penggemar sepak bola. Banyak yang mendukung ide Honda ini, mengingat pengalamannya yang luas dan pengetahuannya tentang sepak bola internasional.

Keputusan JFA untuk memperpanjang kontrak Moriyasu meski hasil di Piala Dunia mengecewakan dapat dipandang sebagai bentuk kepercayaan terhadap proyek jangka panjang yang telah dibangun. Mereka ingin melihat apakah Moriyasu dapat membawa tim ke level yang lebih tinggi, terutama dengan adanya potensi pemain muda yang menjanjikan.

Jadi, akan menarik untuk melihat bagaimana situasi ini berkembang. Apakah Moriyasu dapat membuktikan kemampuannya di Piala Asia 2027? Atau apakah Honda akan mendapatkan kesempatan untuk mewujudkan ambisinya sebagai pelatih? Semua ini akan terjawab dalam waktu dekat saat Jepang bersiap untuk tantangan yang lebih besar di pentas Asia.

Related Post

Tinggalkan komentar