Hesti.id – 01 Juli 2026 | Samsung SFT 2026 Latih 2 600 Peserta Bangun Inovasi Berbasis AI dengan Design Thinking. Samsung Electronics Indonesia telah melaksanakan program pelatihan yang menarik perhatian banyak mahasiswa dan siswa terpilih. Dalam program ini, sebanyak 2.600 peserta dilatih melalui Workshop Design Thinking untuk mengembangkan inovasi berbasis STEM dan kecerdasan buatan (AI) yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Program Samsung Solve for Tomorrow (SFT) 2026 ini berhasil menarik lebih dari 4.000 pendaftar dari 27 provinsi di seluruh Indonesia. Peserta yang terlibat berasal dari berbagai institusi pendidikan terkemuka, termasuk Universitas Indonesia, Universitas Brawijaya, Binus University, serta beberapa sekolah menengah atas seperti SMA Negeri 1 Yogyakarta dan SMA Kolese Gonzaga.
Setelah melalui tahap pendaftaran yang ketat, peserta yang terpilih akan mengikuti Workshop Design Thinking sebagai persiapan untuk menyempurnakan concept paper. Pelatihan ini bertujuan untuk membantu mereka dalam mengembangkan solusi berbasis STEM dan AI dengan pendekatan yang lebih terstruktur dan inovatif. Dalam workshop tersebut, Kusuma Sukma, sebagai Partner Coach dan AI Innovation Coach, akan membimbing peserta untuk memahami kebutuhan masyarakat, memvalidasi permasalahan, dan menciptakan solusi yang lebih relevan serta berdampak.
Baca juga:
Anggi Paramita, Head of Corporate Marketing Samsung Electronics Indonesia, menyatakan bahwa tantangan di era AI bukan hanya sekadar menghasilkan ide, tetapi juga mengubah ide tersebut menjadi solusi yang memberikan dampak nyata. “Melalui Samsung Solve for Tomorrow, kami ingin mendorong generasi muda Indonesia untuk mengembangkan inovasi berbasis STEM dan AI yang mampu menjawab kebutuhan nyata masyarakat,” ujarnya dalam siaran pers yang diterbitkan di Jakarta.
Workshop ini terdiri dari empat sesi yang dirancang untuk memberikan pemahaman yang mendalam kepada peserta. Sesi tersebut meliputi Introduction & Empathize, Define & Ideate, Prototyping, dan Testing. Peserta dibimbing untuk memahami akar permasalahan sebelum menyusun concept paper dengan fokus pada tiga tema utama, yaitu Sustainability & Environment, Education, serta Sport & Technology.
Menariknya, dari seluruh peserta, 47,83 persen memilih tema Sustainability & Environment, yang menunjukkan tingginya kepedulian generasi muda terhadap isu-isu keberlanjutan. Trainer Samsung SFT 2026, Kusuma Sukma, menekankan pentingnya pendekatan Design Thinking dalam proses ini. “Kesalahan yang paling sering terjadi adalah terlalu cepat jatuh cinta pada ide sebelum benar-benar memahami masalah yang ingin diselesaikan. Inovasi yang kuat selalu dimulai dari masalah yang nyata dan dirasakan langsung oleh masyarakat,” jelasnya.
Setelah menyelesaikan concept paper, sebanyak 40 tim terbaik akan lanjut ke babak semifinal untuk mengikuti pelatihan AI Amplification dan mentoring dengan para ahli dari Samsung dan mitra program. Melalui program Samsung Solve for Tomorrow 2026, harapannya adalah lahir lebih banyak inovator muda yang mampu memadukan empati, STEM, dan AI untuk menyediakan solusi yang inklusif dan berdampak bagi masyarakat.











