Hesti.id – 01 Juli 2026 | PT ITSEC Asia Tbk (ITSEC Asia) baru-baru ini mengumumkan langkah strategis untuk perkuat fondasi bisnis ITSEC Asia perluas lini usaha ke pengembangan AI dan perangkat lunak. Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar pada 30 Juni 2026, perusahaan ini mendapatkan persetujuan untuk memperluas kegiatan usaha yang akan menjadi landasan bagi akselerasi pengembangan dan komersialisasi teknologi keamanan siber berbasis kecerdasan buatan (AI).
Selama lebih dari 16 tahun beroperasi, ITSEC Asia telah membangun reputasi sebagai perusahaan keamanan siber terkemuka yang melindungi berbagai organisasi di Indonesia dan kawasan regional. Dengan fokus pada investasi di bidang riset dan pengembangan, perusahaan ini berkomitmen untuk menciptakan teknologi keamanan siber yang inovatif. Persetujuan RUPSLB ini menandai langkah signifikan dalam menyelaraskan kegiatan usaha dengan visi pertumbuhan perusahaan.
Presiden Direktur ITSEC Asia, Patrick Dannacher, menyatakan bahwa pengembangan AI akan menjadi momen penting dalam industri keamanan siber. “Kami percaya bahwa masa depan industri ini tidak hanya akan ditentukan oleh layanan yang diberikan, tetapi juga oleh kemampuan untuk menciptakan kekayaan intelektual berbasis AI. Pelanggan kini memerlukan mitra yang tidak hanya menyediakan layanan, tetapi juga teknologi yang dapat beradaptasi dan berinovasi sejalan dengan ancaman yang terus berkembang,” ujarnya.
Baca juga:
Patrick menambahkan bahwa rencana ekspansi ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang yang sudah dirancang selama beberapa tahun terakhir. “Transformasi ini bukanlah perubahan mendadak, melainkan hasil dari upaya berkelanjutan untuk memperkuat investasi di riset dan pengembangan, serta membangun platform yang relevan dengan kebutuhan pelanggan,” jelasnya.
Dengan persetujuan ini, ruang lingkup kegiatan usaha ITSEC Asia kini mencakup penerbitan perangkat lunak, aktivitas pemrograman berbasis AI, serta perdagangan perangkat lunak dan komputer. Langkah ini bertujuan untuk memperkuat pengembangan dan komersialisasi berbagai platform yang telah diluncurkan, seperti IntelliBroń Aman, IntelliBroń Orion, IntelliBroń Threat Intelligence, dan Bronyx AI. Semua ini sejalan dengan misi perusahaan untuk membangun bisnis berbasis teknologi yang berkelanjutan.
Studi kelayakan independen juga mendukung rencana ini dan menunjukkan bahwa model bisnis berbasis recurring revenue dapat menghasilkan Gross Profit Margin rata-rata sebesar 74% dan Net Profit Margin sebesar 55% dalam periode 2026 hingga 2031. Untuk merealisasikan rencana ini, dibutuhkan investasi awal sekitar Rp11 miliar, yang seluruhnya akan didanai dari kas operasional internal perusahaan.
ITSEC Asia optimis dapat mempercepat implementasi strategi ini dan menjaga disiplin dalam pengelolaan modal. Transformasi ini juga menegaskan komitmen perusahaan untuk menjadi pemain utama di bidang teknologi keamanan siber dengan fokus pada pengembangan kekayaan intelektual, perangkat lunak, dan AI sebagai pilar pertumbuhan jangka panjang.
Dalam menghadapi lanskap ancaman digital yang terus berubah, perusahaan ini percaya bahwa inovasi teknologi menjadi kunci untuk membangun ketahanan siber yang lebih kuat bagi organisasi di Indonesia dan kawasan sekitarnya. Patrick menegaskan bahwa AI tidak akan menggantikan manusia dalam bidang keamanan siber, melainkan akan memperkuat kemampuan para profesional di bidang tersebut. “AI adalah alat yang dapat meningkatkan efisiensi dan akurasi dalam pengambilan keputusan, sehingga para ahli dapat melindungi lebih banyak organisasi dengan lebih efektif. Masa depan keamanan siber bukan hanya tentang manusia atau AI, tetapi tentang bagaimana keduanya dapat bekerja sama untuk menciptakan ketahanan digital yang lebih baik,” tutup Patrick.











