1 Juli 2026

Saka POM Kota Bima Rakerpim 2026: Sinergi untuk Keamanan Makanan

Penulis

Mariabella La Fierza

Saka POM Kota Bima Rakerpim 2026: Sinergi untuk Keamanan Makanan
Saka POM Kota Bima Rakerpim 2026: Sinergi untuk Keamanan Makanan

Hesti.id – 01 Juli 2026 | Kota Bima – Dalam upaya untuk memperkuat sinergi organisasi, Satuan Karya Pramuka Pengawasan Obat dan Makanan (Saka POM) Kota Bima secara resmi melaksanakan Rapat Kerja Pimpinan (Rakerpim) Tahun 2026 pada Senin (29/6) di Pangkalan Saka POM Kota Bima. Kegiatan ini menjadi forum penting bagi pengurus dan pimpinan dalam merumuskan kebijakan dan program kerja yang akan dijalankan selama satu tahun ke depan. Tujuan utama dari Rakerpim ini adalah untuk memperkuat peran Saka POM sebagai mitra Badan POM dalam meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai keamanan obat dan makanan.

Dengan mengusung tema “Sinergi Kuat, Aksi Nyata: Mewujudkan Masyarakat Kota Bima Sadar Obat dan Makanan Aman”, acara ini dihadiri oleh berbagai unsur penting, termasuk Majelis Pembimbing Saka POM, Pimpinan Saka POM, Pamong Saka, dan Instruktur Krida. Kehadiran berbagai elemen kepemimpinan ini menunjukkan komitmen untuk meningkatkan koordinasi, kualitas pembinaan anggota, serta memastikan setiap program yang dirancang memberikan manfaat yang signifikan bagi masyarakat.

Rakerpim dimulai dengan upacara pembukaan yang khidmat, memancarkan semangat kebersamaan yang menjadi ciri khas Saka POM Kota Bima. Dalam sambutannya, Emilia Haryati, Pimpinan Saka POM Kota Bima, menegaskan bahwa Rakerpim bukanlah sekadar agenda rutin, melainkan momen krusial untuk mengevaluasi pencapaian, merumuskan strategi, dan menetapkan langkah-langkah konkret untuk program kerja yang akan datang.

“Tantangan dalam pengawasan obat dan makanan semakin kompleks, sehingga kita perlu organisasi yang adaptif dan solid. Program yang dirancang harus memiliki sasaran yang jelas dan memberikan dampak langsung kepada masyarakat,” ujar Emilia. Pembahasan utama dalam Rakerpim difokuskan pada penyusunan Program Kerja Tahun 2026, yang terdiri dari tiga pilar utama atau Krida Saka POM. Seluruh peserta aktif berpartisipasi dalam sidang pleno, memberikan masukan dan gagasan yang konstruktif, dengan kesepakatan bahwa setiap Krida harus menyusun program yang realistis dan terukur.

Hasil penting dari Rakerpim ini adalah peluncuran dua program unggulan: “Saka POM Beraksi” dan “Saka POM Peduli”. Program “Saka POM Beraksi” bertujuan untuk meningkatkan keterlibatan anggota dalam kegiatan edukasi masyarakat tentang keamanan obat dan makanan, terutama di lingkungan sekolah dan komunitas. Sementara itu, program “Saka POM Peduli” berfokus pada kepedulian sosial, dengan rencana aksi seperti gerakan “Satu Pramuka Satu Pohon”, yang mengintegrasikan kepedulian lingkungan dengan keamanan pangan.

Rakerpim juga menetapkan kegiatan bakti sosial sebagai prioritas untuk tahun 2026, menyasar wilayah dengan tingkat literasi kesehatan yang rendah. Anggota Saka POM diharapkan dapat hadir sebagai agen perubahan, memberikan edukasi tentang obat dan makanan, serta mendukung perilaku hidup sehat di masyarakat.

Setelah menyelesaikan seluruh agenda, kegiatan ditutup dengan penandatanganan Berita Acara Kesepakatan yang mencakup hasil sidang dan rencana kerja tahun 2026. Penandatanganan ini melambangkan komitmen semua unsur kepemimpinan dalam melaksanakan program dengan konsisten dan bertanggung jawab.

Kepala Balai POM di Bima, Adjis Sandjaya, yang juga menjabat sebagai Ketua Majelis Pembimbing Saka POM Kota Bima, mengingatkan bahwa kesuksesan organisasi tidak hanya ditentukan oleh banyaknya program, tetapi juga oleh konsistensi dalam pelaksanaannya. “Rencana yang kita buat hari ini harus diikuti dengan kerja keras di lapangan,” tegasnya.

Kegiatan Rakerpim diakhiri dengan doa bersama dan sesi foto sebagai simbol dimulainya implementasi program kerja tahun 2026. Dengan tersusunnya berbagai program strategis ini, Saka POM Kota Bima optimis dapat memperkuat perannya dalam pengawasan obat dan makanan, serta membina generasi muda yang berkarakter dan peduli pada kesehatan masyarakat.

Rakerpim Tahun 2026 diharapkan menjadi titik awal bagi inovasi dan aksi nyata yang berdampak luas, dengan sinergi seluruh unsur organisasi sebagai modal penting untuk mengedukasi masyarakat dan meningkatkan kesadaran terhadap keamanan obat dan makanan.

Related Post

Tinggalkan komentar