Hesti.id – 30 Juni 2026 | Seorang mahasiswi berusia 25 tahun dari Universitas Islam Negeri (UIN) Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung ditemukan meninggal dunia di kamar kosnya setelah begadang untuk menyelesaikan skripsi. Peristiwa tragis ini terjadi pada Sabtu, 27 Juni 2026, di Desa Plosokandang, Kecamatan Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur.
Korban, berinisial IS, diketahui memiliki riwayat penyakit jantung yang diduga kambuh akibat kelelahan ekstrem setelah semalaman mengerjakan tugas akhir bersama temannya. Kapolsek Kedungwaru, AKP Karnoto, mengungkapkan bahwa laporan tentang kematian korban diterima petugas pada sekitar pukul 13.30 WIB. Tim kepolisian segera menuju lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Menurut informasi dari rekan-rekan korban, IS terakhir kali terlihat pada Jumat malam ketika ia sedang fokus menyelesaikan skripsi. Rekan korban yang sempat menginap di kamar kosnya melaporkan bahwa ia masih terlihat tidur saat bangun untuk melaksanakan salat Subuh. Namun, dua jam kemudian, saat kembali memeriksa, IS ditemukan dalam keadaan tidak responsif dan sudah dalam kondisi dingin.
Baca juga:
Penyelidikan awal oleh pihak kepolisian tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban, dan keluarga menerima peristiwa ini sebagai musibah. Keluarga juga mengatakan bahwa IS memiliki riwayat penyakit jantung, yang menjadi faktor utama dalam kematiannya. Seorang dokter dari Himpunan Fasyankes Dokter Indonesia, dr Ahmad Azmul Asmar Irfan, menegaskan bahwa kebiasaan begadang dapat memicu berbagai masalah kesehatan, terutama bagi mereka yang memiliki riwayat penyakit kronis.
Dokter Ahmad mengingatkan bahwa begadang dapat menimbulkan stres fisiologis yang berbahaya. Kondisi ini meningkatkan hormon stres dalam tubuh, yang dapat mengakibatkan peningkatan denyut jantung dan tekanan darah, serta penurunan konsentrasi dan kontrol emosi. Menurutnya, konsumsi kafein yang sering dilakukan mahasiswa sebagai pendukung saat begadang juga berisiko memperburuk kondisi kesehatan.
Dalam situasi seperti ini, penting bagi mahasiswa untuk mengatur waktu dan kesehatan mereka dengan baik. Pola tidur yang buruk dan stres berkepanjangan dapat mengganggu fungsi tubuh secara keseluruhan, termasuk kemampuan belajar dan daya tahan tubuh.
Kepergian IS yang mendadak meninggalkan duka mendalam di kalangan keluarga, teman-teman kuliah, dan penghuni kos. Mereka mengenang sosok IS sebagai mahasiswa yang bertanggung jawab dan penuh semangat dalam menyelesaikan pendidikan.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi mahasiswa lainnya untuk tidak mengabaikan kesehatan demi tuntutan akademik. Kebiasaan begadang demi menyelesaikan tugas-tugas kuliah harus dihindari, terutama bagi mereka yang memiliki riwayat penyakit. Setiap individu harus menyadari bahwa kesehatan adalah prioritas utama yang tidak boleh dikompromikan, bahkan dalam situasi yang mendesak seperti menyelesaikan skripsi.











