Hesti.id – 29 Juni 2026 | Jakarta (27/06) – PT Jasa Marga (Persero) Tbk, sebagai pelopor dalam industri jalan tol di Indonesia, terus menunjukkan komitmennya untuk hubungkan ujung Jawa hingga Bali proyek strategis Jalan Tol Probolinggo-Situbondo-Banyuwangi Prosiwangi Jasa Marga pacu ekonomi dan serap tenaga kerja lokal. Melalui anak usahanya, PT Jasamarga Probolinggo Banyuwangi (JPB), perusahaan ini tengah mempercepat penyelesaian Jalan Tol Probolinggo-Situbondo-Banyuwangi (Prosiwangi) Tahap I, khususnya Ruas Gending-Besuki, yang diharapkan memberikan dampak positif bagi mobilitas dan kesejahteraan masyarakat di Jawa Timur.
Pembangunan jalur tol ini menunjukkan progres yang sangat menggembirakan. Konstruksi fisik Seksi 1 Gending-Kraksaan (12,88 km) dan Seksi 2 Kraksaan-Paiton (11,20 km) telah rampung 100% dan sudah mendapatkan Sertifikat Laik Fungsi dan Operasi (SLFO). Sementara itu, Seksi 3 Paiton-Besuki (25,60 km) juga sudah menyelesaikan semua pekerjaan jalan utama. Semua pekerjaan konstruksi ini rampung pada April 2026 dan saat ini sedang memasuki tahap akhir berupa penyelesaian administrasi serta Uji Laik Fungsi dan Operasi (ULFO), yang penting untuk memastikan semua komponen jalan memenuhi standar keselamatan.
Urgensi kehadiran Jalan Tol Prosiwangi telah terbukti nyata, terutama saat arus mudik dan balik Lebaran 2026, di mana jalur ini dibuka secara fungsional dan mampu melayani 226.028 kendaraan, angka ini melampaui proyeksi awal sebesar 201.407 kendaraan. Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A. Purwantono, menjelaskan bahwa Jasa Marga tidak hanya fokus pada aspek fisik, tetapi juga pada penciptaan nilai tambah yang berdampak langsung pada ekonomi masyarakat.
Baca juga:
“Jalan Tol Prosiwangi dirancang untuk menjadi urat nadi utama bagi komoditas lokal di wilayah Tapal Kuda. Kehadiran tol ini akan membuka akses pasar yang lebih luas dan cepat bagi produk pertanian, sektor perikanan, serta industri kreatif UMKM yang selama ini terkendala oleh waktu tempuh logistik yang panjang,” ungkap Rivan. Selain itu, akses menuju berbagai destinasi wisata di ujung timur Pulau Jawa juga akan semakin mudah.
Dengan adanya Jalan Tol Prosiwangi, efisiensi waktu perjalanan akan meningkat secara signifikan. Perjalanan dari Probolinggo menuju Besuki yang sebelumnya memakan waktu sekitar 2 jam, kini dapat dipangkas menjadi hanya 1 jam 15 menit dengan kecepatan rata-rata 80-100 km/jam. Sedangkan perjalanan dari Probolinggo menuju Banyuwangi yang biasanya memakan waktu hingga lima jam, kini diproyeksikan akan menjadi sekitar tiga jam.
Proyek tol ini sejalan dengan kebijakan Kementerian Pekerjaan Umum untuk mewujudkan konektivitas nasional yang handal melalui pembangunan infrastruktur berkualitas. Proyek ini diharapkan dapat menciptakan efek domino positif bagi pertumbuhan ekonomi daerah. Infrastruktur ini akan memperlancar akses menuju kawasan industri Paiton di Kabupaten Probolinggo, mempercepat distribusi logistik ke Pelabuhan Ketapang, yang merupakan gerbang utama penyeberangan antara Jawa dan Bali, serta meningkatkan konektivitas pariwisata unggulan seperti Kawah Ijen, Taman Nasional Baluran, Pantai Pasir Putih Situbondo, dan kawasan wisata di Banyuwangi.
Keberadaan proyek tol ini juga berpotensi untuk memicu pertumbuhan ekosistem infrastruktur pendukung di sepanjang kawasan timur Jawa Timur. Ini mencakup pembangunan rest area, perkembangan sektor perhotelan, serta penyediaan fasilitas umum baru di sekitar interchange. Seluruh kegiatan ini berperan aktif dalam menyerap ratusan tenaga kerja lokal dan memprioritaskan pelibatan warga sekitar. Dengan kemudahan aksesibilitas dan penurunan biaya logistik, diharapkan UMKM setempat bisa lebih berkembang.
Rivan menambahkan, “Jalan Tol Prosiwangi ini pada akhirnya akan menjadi jembatan peradaban strategis yang menghubungkan Pulau Jawa dengan Pulau Bali. Proyek ini melengkapi konektivitas dari ujung barat di Jakarta hingga ujung paling timur Pulau Jawa.” Jasa Marga berkomitmen untuk terus mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia yang berkeadilan, berkelanjutan, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Sebagai proyek strategis nasional, Jalan Tol Prosiwangi diharapkan mampu meningkatkan efisiensi sistem logistik nasional, mempercepat arus barang dan jasa, memperluas peluang investasi, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, terutama bagi masyarakat di Pulau Jawa.











