Hesti.id – 28 Juni 2026 | Di tengah permasalahan kesehatan yang sering dihadapi oleh lansia, Bantu Atasi Insomnia Lansia Dosen STIKes Widya Dharma Husada Kenalkan Aromaterapi Daun Serai menjadi solusi menarik. Tim dosen dari Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Widya Dharma Husada Tangerang menggelar program pengabdian kepada masyarakat yang difokuskan pada penanganan insomnia di kalangan lansia. Kegiatan ini berlangsung di Musholla Al-Hidayah, Kedaung, Tangerang Selatan pada Minggu (9/11/2025).
Kegiatan yang bertajuk “Terapi Kombinasi Aromaterapi Ekstrak Daun Serai dan Pijat Relaksasi pada Lansia dengan Insomnia” ini dihadiri oleh para lansia beserta keluarga mereka. Tujuan utama dari program ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pemanfaatan aromaterapi, khususnya ekstrak daun serai, dan teknik pijat relaksasi sebagai terapi nonfarmakologis untuk membantu mengatasi masalah tidur yang sering dialami oleh lansia.
Dalam pelaksanaannya, sejumlah dosen dari STIKes Widya Dharma Husada, antara lain Sayyidah, S.T., M.T., Dra. Magdalena Niken Oktaviani, Apt., M.Si., dan Ners. Susi Dewi Asih Kusumawati, M.KM., berperan aktif dalam memberikan edukasi. Sayyidah menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memberikan wawasan kepada masyarakat tentang manfaat dari tanaman serai sebagai terapi alami yang dapat membantu mengurangi kesulitan tidur pada lansia.
Baca juga:
“Kami berharap melalui edukasi ini, masyarakat dapat memahami lebih dalam mengenai manfaat aromaterapi ekstrak daun serai dan teknik pijat relaksasi yang dapat diterapkan dengan mudah dan aman, serta berpotensi meningkatkan kualitas tidur lansia,” imbuh Sayyidah.
Selama kegiatan, peserta memperoleh informasi mengenai insomnia, meliputi penyebab, faktor risiko, serta dampak yang ditimbulkan terhadap kesehatan. Selain itu, mereka juga mendapatkan penjelasan tentang manfaat dari aromaterapi daun serai yang kaya akan minyak atsiri dan dapat memberikan efek relaksasi yang sangat dibutuhkan oleh para lansia.
Tak hanya teori, peserta juga diajak untuk mengikuti praktik pijat relaksasi. Teknik ini diperkenalkan sebagai salah satu metode sederhana yang dapat membantu meredakan ketegangan otot, membuat tubuh lebih rileks, dan mendukung kualitas tidur yang lebih baik. Sebelum memulai sesi edukasi, para peserta menjalani pemeriksaan kesehatan untuk memastikan kesiapan mereka dalam mengikuti program.
Materi disampaikan melalui media presentasi dan video, diikuti dengan sesi diskusi dan tanya jawab. Ini memberikan kesempatan bagi peserta untuk bertukar pengalaman dan mengajukan pertanyaan mengenai gangguan tidur yang mereka alami.
Respon dari peserta sangat positif. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa banyak di antara mereka mengalami peningkatan pengetahuan mengenai penyebab insomnia serta manfaat dari aromaterapi daun serai dan teknik pijat relaksasi. Lebih dari itu, banyak peserta yang mengaku merasa lebih rileks setelah mengikuti kegiatan ini, menunjukkan bahwa menjaga kualitas tidur adalah hal yang penting untuk kesehatan, terutama di usia lanjut.
Tim dosen berharap agar kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dapat dilanjutkan secara berkesinambungan. Program ini merupakan bentuk nyata dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, khususnya bagi lansia yang sering kali menghadapi masalah tidur.











