Hesti.id – 27 Juni 2026 | Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Surabaya mengambil langkah konkret dalam membantu pengembangan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di kota Surabaya. Dalam kegiatan yang berlangsung pada Selasa, 16 Juni 2026, para mahasiswa mendampingi dua pelaku UMKM kuliner, yakni Nasi Krengsengan 98 dan Pangsit Mie Ayam Berkah, untuk menerapkan digitalisasi usaha mereka.
Pendampingan yang dilakukan oleh mahasiswa seperti Rara, Fadel, Arfa, Jeryco, dan Mutiara ini berada di bawah bimbingan Drs. Jupriono, M.Si sebagai dosen pengampu. Fokus utama dari pendampingan ini adalah memanfaatkan teknologi digital untuk mempermudah proses transaksi dan promosi bagi kedua UMKM tersebut.
Salah satu tantangan yang sering dihadapi pelaku usaha kuliner adalah kesulitan dalam menyediakan uang kembalian. Dengan penerapan QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard), transaksi menjadi lebih praktis dan aman. Pelanggan dapat melakukan pembayaran melalui aplikasi perbankan atau dompet digital, sehingga mengurangi kerumitan dalam menangani uang tunai. Candra, pemilik Pangsit Mie Ayam Berkah, mengungkapkan, “Awalnya kita nggak terlalu paham soal QRIS. Tapi setelah didampingi ternyata cara pakainya mudah, apalagi pas melayani pembeli.”
Baca juga:
Selain memfasilitasi pembayaran non-tunai, mahasiswa UNTAG juga mengenalkan penggunaan media sosial, khususnya Instagram, sebagai platform promosi. Pemilik UMKM diajarkan cara mengambil foto produk yang menarik menggunakan ponsel, serta mengelola tampilan profil usaha mereka. Informasi mengenai menu dan jam operasional pun dibagikan melalui fitur Instagram Feeds untuk menarik pelanggan lebih banyak.
Pendampingan ini bersifat langsung dan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing pelaku usaha, sehingga materi yang diajarkan lebih mudah dipahami dan diterapkan. Novi, pemilik Nasi Krengsengan Daging 98, mengaku sempat ragu untuk membuat konten promosi sebelum pendampingan ini. “Habis dijelasin saya jadi paham, Mbak. Ternyata sangat memudahkan saya waktu jualan. Saya harap jualan saya juga lebih dikenal orang-orang lewat promosi digital itu tadi,” ujarnya.
Kegiatan ini menunjukkan komitmen mahasiswa UNTAG Surabaya untuk berkontribusi dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat, terutama dalam menghadapi perkembangan teknologi yang semakin pesat. Melalui langkah sederhana ini, diharapkan UMKM dapat lebih siap bersaing dan lebih dekat dengan pelanggan mereka.
Digitalisasi usaha tidak harus rumit; bisa dilakukan secara bertahap sesuai kebutuhan dan kemampuan masing-masing pelaku usaha. Dengan demikian, mahasiswa UNTAG Surabaya dampingi 2 UMKM kuliner terapkan digitalisasi, yang pada akhirnya bertujuan untuk meningkatkan daya saing dan keberlanjutan usaha mikro di era digital.











