Hesti.id – 28 Juni 2026 | Tangerang, DetikSR.id – Dalam rangka memperingati 10 Muharam, Keluarga Besar Saung Pajajaran II (KBSP II) menggelar Santunan Akbar Anak Yatim yang dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat, termasuk pejabat setempat. Tradisi Lebaran Anak Yatim ini merupakan kegiatan sosial yang rutin dilakukan setiap tahun untuk membantu anak-anak yatim dan piatu.
Acara yang berlangsung pada hari Sabtu, 27 Juni 2026, di kampung Sepatan Kidul, Kecamatan Sepatan, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten, dihadiri oleh Camat Sepatan, Aan Ansori, serta Lurah Sepatan, Plt. Risman Kuswanto, dan berbagai tokoh masyarakat lainnya. Suasana penuh haru dan kebahagiaan menyelimuti acara tersebut, yang juga dimeriahkan dengan pertunjukan atraksi debus, seni tradisional Sunda yang khas.
Sebelum memasuki acara inti, anak-anak yatim dan piatu disuguhkan dengan pertunjukan yang menarik, menunjukkan bahwa KBSP II tidak hanya memberikan bantuan, tetapi juga menghibur dan menciptakan suasana yang bahagia untuk anak-anak tersebut. Dalam sambutannya, Ustad H. Muhdi selaku pimpinan KBSP II menyatakan bahwa kegiatan ini adalah wujud nyata dari kepedulian organisasi terhadap anak-anak yang membutuhkan.
Baca juga:
Camat Sepatan, Aan Ansori, memberikan apresiasi tinggi terhadap pelaksanaan Santunan Akbar Anak Yatim ini. Ia menyatakan, “Acara santunan ini telah berlangsung selama 15 tahun dengan rutin, memang luar biasa. Kami sebagai pemerintah kecamatan akan terus mendukung kegiatan positif ini. Semoga acara ini bisa terus berjalan setiap tahunnya.”
Risman Kuswanto, selaku Lurah, juga menegaskan pentingnya kegiatan ini dan berharap KBSP II dapat terus bersinergi dengan pemerintah kelurahan untuk melanjutkan tradisi baik ini. “Dengan diadakannya santunan anak yatim ini, semoga bisa terus dilakukan setiap tahunnya,” ujarnya.
Ketua KBSP II, Ahmad Frengki, menjelaskan bahwa kegiatan Santunan Akbar Anak Yatim merupakan implementasi nyata dari filosofi leluhur tanah Pasundan. “Kami berharap kehadiran Saung Pajajaran II benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat sekitar. Ini adalah momentum untuk memperkuat tali silaturahmi baik dalam tubuh organisasi KBSP II maupun di masyarakat,” ungkapnya di sela-sela acara.
Dalam kondisi haru, para pendamping anak-anak yatim, seperti Ayum (47) yang mendampingi anaknya, mengungkapkan rasa syukur. “Alhamdulillah, di sini setiap tahunnya selalu mengadakan santunan anak yatim dengan meriah, karena kita semua dihibur dengan pertunjukan kesenian Sunda. Saya berharap kegiatan ini bisa terus dilaksanakan setiap tahunnya,” harapnya.
KBSP II berharap gerakan mereka dapat memicu organisasi atau komunitas lain untuk bersinergi dalam memuliakan anak yatim dan meningkatkan kepedulian sosial. Kegiatan ini diakhiri dengan doa dan ramah tamah, menandakan betapa pentingnya momen ini bagi semua yang terlibat.











