24/06/2026

Selat Hormuz Ditutup Kembali, Pemerintah RI Pantau Dampak Harga BBM Terbaru

Penulis

Pande Tóng

Selat Hormuz Ditutup Kembali, Pemerintah RI Pantau Dampak Harga BBM Terbaru
Selat Hormuz Ditutup Kembali, Pemerintah RI Pantau Dampak Harga BBM Terbaru

Hesti.id – 24 Juni 2026 | Selat Hormuz Ditutup Kembali Pemerintah RI Pantau Dampak Harga BBM menjadi perhatian utama dalam beberapa hari terakhir. Penutupan Selat Hormuz yang merupakan jalur penting untuk ekspor minyak dunia ini dapat berdampak pada harga BBM di Indonesia. Pemerintah Indonesia telah memantau situasi ini dan berusaha untuk mengantisipasi dampaknya pada harga bahan bakar minyak (BBM) di dalam negeri.

Penutupan Selat Hormuz kali ini dipicu oleh serangan Israel di Lebanon selatan yang dianggap Iran sebagai pelanggaran kesepakatan damai. Namun, Komando Pusat AS membantah klaim itu dan menyebut bahwa lalu lintas kapal tetap berjalan. Ironisnya, penutupan ini terjadi hanya beberapa hari setelah jalur tersebut sempat dibuka kembali.

Selat Hormuz adalah jalur sempit di selatan Iran yang menjadi “leher botol” pelayaran minyak dunia. Sekitar 20 persen pasokan minyak global lewat di sana, diekspor produsen-produsen besar seperti Arab Saudi, Iran, Uni Emirat Arab, Kuwait, dan Irak, terutama ke kawasan Asia. Saat selat ini macet, harga minyak dunia biasanya langsung bereaksi.

Pengalaman penutupan sebelumnya jadi contoh nyata. Harga minyak mentah dunia sempat melonjak mendekati US$120 per barel, dengan minyak WTI naik 26,5 persen dan Brent naik 23 persen dalam waktu singkat. Di dalam negeri, dampaknya merembet ke ongkos logistik. Founder dan CEO Supply Chain Indonesia, Setijadi, memperkirakan kenaikan harga minyak global sebesar USD 25 per barel berpotensi mendorong kenaikan harga solar sekitar Rp750-2.000 per liter, yang berimbas pada biaya angkut truk.

Pemerintah pun sudah punya pengalaman menghadapi situasi serupa. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia sebelumnya menyatakan stok BBM nasional masih aman untuk sekitar 20 hari. Sebagai antisipasi, pemerintah berencana mengalihkan sebagian impor minyak dan LPG ke negara yang tidak terkait Selat Hormuz, sembari memastikan harga BBM bersubsidi seperti Pertalite tidak naik selama belum ada kebijakan baru.

Normalisasi pasar ternyata tidak instan meski selat dibuka. Analis memperkirakan harga minyak bisa membutuhkan waktu empat hingga delapan pekan untuk benar-benar stabil, karena antrean kapal tanker yang menumpuk, premi asuransi pengiriman yang masih tinggi, dan persediaan yang terkuras selama masa penutupan. Kini, dengan penutupan baru yang diumumkan, proses itu kemungkinan harus dimulai lagi dari awal.

Bagi masyarakat awam, dampaknya mungkin baru terasa beberapa minggu ke depan—lewat harga BBM non-subsidi, ongkos kirim barang, atau harga sembako yang ikut terseret biaya logistik. Untuk sementara, yang bisa dilakukan hanyalah menunggu apakah ketegangan ini akan menemukan jalan damai lagi seperti pekan lalu, atau berlarut lebih panjang. Selat Hormuz Ditutup Kembali Pemerintah RI Pantau Dampak Harga BBM terus menjadi perhatian utama dalam beberapa hari mendatang.

Related Post

Tinggalkan komentar