Hesti.id – 23 Juni 2026 | Purbaya yakin harga Pertamax segera turun! Rupiah menguat, minyak dunia jadi kunci penurunan BBM. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan bahwa harga bahan bakar minyak (BBM) non subsidi jenis Pertamax berpotensi turun seiring dengan pergerakan minyak dunia. Hal ini disebabkan oleh kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran yang berpotensi membuat turunnya harga minyak dunia.
Purbaya yakin harga Pertamax segera turun! Rupiah menguat, minyak dunia jadi kunci penurunan BBM. Ia mengakui bahwa kenaikan harga minyak dunia akibat perang Amerika Serikat dan Iran menjadi salah satu tekanan ekonomi Indonesia. Oleh karena itu, harga BBM non subsidi jenis Pertamax terpaksa dinaikkan untuk memitigasi dampak global.
Purbaya yakin harga Pertamax segera turun! Rupiah menguat, minyak dunia jadi kunci penurunan BBM. Dengan prospek membaiknya kondisi perang AS-Iran dan harga minyak yang lebih rendah, Purbaya memandang kondisi ekonomi pada kuartal II-2026 akan lebih baik. Ia berharap pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan bisa lebih optimal.
Baca juga:
Purbaya juga mengatakan bahwa pemerintah tidak menaikkan BBM subsidi, pertalite di tengah kenaikan harga minyak melonjak signifikan akibat konflik global. Namun, pemerintah menaikkan harga BBM non-subsidi, salah satunya Pertamax yang memicu kekhawatiran publik.
Purbaya yakin harga Pertamax segera turun! Rupiah menguat, minyak dunia jadi kunci penurunan BBM. Purbaya mengakui kebijakan yang diputuskan selama masa konflik Timur Tengah memang bukan langkah ideal. Namun, ia yakin bahwa dengan potensi menurunnya harga minyak dunia, harga Pertamax dan lain-lain pun akan turun sehingga fondasi pertumbuhan ekonomi akan semakin kuat.
Kesimpulan, Purbaya yakin harga Pertamax segera turun! Rupiah menguat, minyak dunia jadi kunci penurunan BBM. Dengan kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran, harga minyak dunia diprediksi akan turun, sehingga harga BBM non subsidi jenis Pertamax juga akan turun. Hal ini akan membantu menstabilisasi kembali ekonomi dalam negeri dan membuat pertumbuhan ekonomi Indonesia lebih optimal.











