29 Juni 2026

PTPN Group Ajak Perguruan Tinggi Siapkan Talenta Adaptif Masa Depan

PTPN Group Ajak Perguruan Tinggi Siapkan Talenta Adaptif Masa Depan
PTPN Group Ajak Perguruan Tinggi Siapkan Talenta Adaptif Masa Depan

Hesti.id – 29 Juni 2026 | Pekanbaru – PTPN IV PalmCo, bagian dari Subholding Perkebunan Nusantara, mengajak Universitas Riau untuk meningkatkan kemampuan sumber daya manusia yang unggul dan adaptif dalam menghadapi tantangan industri di masa mendatang. Dalam acara bertajuk “Transformasi Sarjana ke Talenta melalui Student Journey ASRI”, yang berlangsung pada Kamis (18/5), dihadiri oleh Rektor Universitas Riau, Profesor Dr Sri Indarti, serta ratusan Kepala Program Studi.

Region Head PTPN IV Regional III, Bambang Budi Santoso, mengungkapkan bahwa lingkungan kerja di Badan Usaha Milik Negara (BUMN), khususnya di PTPN IV PalmCo, telah mengalami perubahan signifikan akibat digitalisasi, disrupsi teknologi, serta tuntutan keberlanjutan lingkungan. “Di era ini, kita memerlukan talenta yang tidak hanya pintar secara akademik, tetapi juga memiliki kemampuan untuk belajar cepat dan beradaptasi dengan dinamika yang ada,” jelas Bambang, yang juga seorang alumni Fakultas Ekonomi Universitas Riau.

Dia menegaskan bahwa transformasi di PTPN IV PalmCo telah mengubah seluruh pola operasional perusahaan dengan pemanfaatan teknologi digital berbasis data. Dari pengelolaan kebun hingga pengawasan produksi dilakukan secara real-time menggunakan teknologi seperti geospasial, kecerdasan buatan (AI), dan Internet of Things (IoT).

“Dalam industri perkebunan modern, kita sekarang berbicara tentang precision agriculture, yang menuntut SDM yang terampil dan adaptif dengan teknologi,” papar Bambang. Dia juga menggarisbawahi pentingnya karakter sebagai dasar pengembangan talenta masa depan, di mana proses rekrutmen BUMN kini tidak lagi hanya berfokus pada indeks prestasi, tetapi juga pada integritas dan etika kerja.

Bambang menjelaskan bahwa BUMN menerapkan budaya kerja AKHLAK yang mengedepankan sikap positif sebagai fondasi, sementara keterampilan teknis menjadi akselerator. “Keduanya harus berjalan beriringan,” tegasnya.

Dalam paparannya, ia menjelaskan beberapa kompetensi yang dibutuhkan untuk industri masa depan, termasuk analisis data, sikap digital, keberlanjutan, energi hijau, serta pemahaman tentang AI dan otomasi. Dia juga memperkenalkan konsep EntrePlanters, yang bertujuan untuk mengubah pola pikir pekerja di sektor perkebunan agar lebih inovatif dan efisien.

Kepala Unit Penunjang Akademik Pengembangan Karir dan Kewirausahaan (UPA PKK) Julita SE MSi Ak CA menyatakan bahwa Student Journey ASRI merupakan bagian dari sistem terintegrasi Universitas Riau yang bertujuan untuk mengembangkan potensi mahasiswa di bidang akademik dan nonakademik. “Sistem ini diharapkan dapat memenuhi keterampilan yang dibutuhkan oleh dunia usaha dan industri,” tuturnya.

Rektor Universitas Riau, Prof Sri Indarti, menilai peluncuran Student Journey ASRI sebagai langkah strategis untuk mempersiapkan lulusan yang adaptif dan kompetitif. Ia mengapresiasi kehadiran Bambang dalam memberikan wawasan kepada sivitas akademika Universitas Riau. “Bambang adalah contoh sukses alumni kami yang mampu bersaing di tingkat nasional,” jelasnya bangga.

Prof Sri berharap agar kolaborasi antara perguruan tinggi dan industri dapat terus diperkuat, sehingga lulusan Universitas Riau tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga siap menghadapi tantangan global yang terus berkembang dalam transformasi industri.

Related Post

Tinggalkan komentar