1 Juli 2026

Peran Bahasa dalam Membangun Perdamaian Global Menurut Dr. Roni

Penulis

Pande Tóng

Peran Bahasa dalam Membangun Perdamaian Global Menurut Dr. Roni
Peran Bahasa dalam Membangun Perdamaian Global Menurut Dr. Roni

Hesti.id – 01 Juli 2026 | Dalam rangkaian acara Eurasia International Lecture, Program Studi Sastra Jepang Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya mengadakan seminar yang mengangkat tema Intercultural Linguistics for Shaping Youth Committed to Global Peace. Seminar yang berlangsung pada Selasa (10/3/2026) ini menampilkan Dr. Roni, M.Hum., M.A. sebagai pembicara utama. Dalam seminar tersebut, Dr Roni Ajak Mahasiswa Memahami Peran Bahasa dalam Membangun Perdamaian Global.

Dr. Roni memulai presentasinya dengan menekankan bahwa bahasa bukan sekadar alat untuk berkomunikasi. Lebih dari itu, bahasa mencerminkan cara pandang, nilai, dan norma yang ada dalam masyarakat. Oleh karena itu, belajar bahasa asing juga sama dengan mempelajari budaya yang melatarbelakanginya. Ia percaya bahwa pemahaman tentang keberagaman budaya sangat penting bagi generasi muda untuk menciptakan komunikasi yang terbuka dan saling menghargai.

Dalam diskusinya mengenai bilingualisme, Dr. Roni menjelaskan bahwa kemampuan untuk menggunakan dua bahasa tidak hanya berkaitan dengan aspek teknis linguistik, tetapi juga mencakup kemampuan untuk beradaptasi dengan dua sistem budaya yang berbeda. Ia memberikan contoh fenomena seperti code-switching dan code-mixing yang menunjukkan bahwa penggunaan bahasa sangat dipengaruhi oleh konteks sosial dan budaya dari para penuturnya.

Lebih lanjut, Dr. Roni mengajak para peserta untuk menghindari sikap etnosentrisme. Sikap ini, yang cenderung menilai budaya lain berdasarkan standar budaya sendiri, bisa menghambat terciptanya hubungan antarbudaya yang harmonis. Dengan mengenali latar belakang sejarah, sosial, dan budaya masyarakat lain, mahasiswa didorong untuk mengembangkan sudut pandang yang lebih empatik. Hal ini dinilai dapat mengurangi prasangka dan membangun hubungan yang lebih baik dalam masyarakat yang multikultural.

Dr. Roni juga menegaskan pentingnya keterampilan komunikasi lintas budaya dalam mendukung perdamaian dunia. Penguasaan bahasa asing yang disertai wawasan budaya dapat memperkuat kerja sama internasional, mendorong penyelesaian konflik melalui dialog, serta meningkatkan rasa saling menghormati di tengah keberagaman. Bagi mahasiswa bahasa, kompetensi ini menjadi modal penting untuk berkontribusi sebagai generasi yang mampu menjembatani perbedaan antarbangsa.

Seminar ini memberikan perspektif baru bahwa pembelajaran bahasa tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan kemampuan komunikasi, tetapi juga membentuk karakter yang menghargai keberagaman. Dengan penguasaan bahasa dan kepekaan terhadap budaya, diharapkan mahasiswa mampu menjadi agen perdamaian yang aktif dalam membangun hubungan yang harmonis di masyarakat global.

Related Post

Tinggalkan komentar