Hesti.id – 05 Juli 2026 | Jakarta, 8 Juni 2026 – Komitmen PT BRI Multifinance Indonesia, atau yang lebih dikenal dengan BRI Finance, untuk memperkuat portofolio berkelanjutan semakin terlihat dengan fokus pada pembiayaan kendaraan listrik (EV). BRI Finance bidik pertumbuhan pembiayaan EV untuk perkuat portofolio berkelanjutan sejalan dengan kebijakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang memberikan pembebasan pajak untuk kendaraan listrik. Kebijakan ini dipandang sebagai pendorong penting dalam menciptakan ekosistem transportasi ramah lingkungan di Indonesia.
Corporate Secretary BRI Finance, Aditia Fakhri Ramadhani, menyatakan bahwa kebijakan tersebut memberikan keuntungan nyata bagi masyarakat yang mempertimbangkan untuk beralih ke kendaraan listrik sebagai pilihan mobilitas sehari-hari. “Dengan insentif pajak ini, kami yakin minat masyarakat terhadap kendaraan listrik akan meningkat, dan ini juga membuka peluang bagi industri multifinance untuk mendukung pengembangan ekosistem kendaraan ramah lingkungan,” jelasnya.
BRI Finance melihat kendaraan listrik sebagai salah satu segmen dengan potensi pertumbuhan yang signifikan di masa depan. Sebagai respons, perusahaan terus memperkuat strategi bisnisnya untuk memanfaatkan peluang tersebut. Hal ini dilakukan dengan memperluas kerja sama dengan berbagai Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM), dealer resmi, dan mitra strategis di sektor otomotif nasional.
Baca juga:
Selain memperluas jaringan mitra, BRI Finance juga berkomitmen untuk mengoptimalkan saluran pemasaran, baik digital maupun konvensional, untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap solusi pembiayaan kendaraan. Semua upaya ini tetap dilaksanakan dengan prinsip kehati-hatian dan manajemen risiko yang baik, demi menjaga kualitas portofolio pembiayaan perusahaan.
Komitmen BRI Finance dalam mendukung pembiayaan kendaraan listrik terlihat dari kinerja yang mengesankan yang dicapai hingga Maret 2026. Pembiayaan kendaraan listrik yang diberikan oleh perusahaan tumbuh hingga 13,74 kali lipat dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini mencerminkan minat masyarakat yang semakin besar terhadap kendaraan listrik, walaupun saat ini portofolio pembiayaan kendaraan konvensional masih mendominasi.
Tren positif ini sejalan dengan perkembangan industri multifinance di Indonesia. Data dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan bahwa penyaluran pembiayaan untuk kendaraan listrik oleh perusahaan pembiayaan di Indonesia mencapai Rp22,5 triliun pada Maret 2026, dengan pertumbuhan sebesar 35,27% secara tahunan. Pertumbuhan ini menunjukkan bahwa industri pembiayaan semakin siap untuk mendukung transisi menuju kendaraan listrik.
Dengan semua langkah yang diambil, BRI Finance optimis bahwa pertumbuhan kendaraan listrik akan terus berlanjut dan menjadi salah satu pendorong utama dalam pertumbuhan industri pembiayaan di masa mendatang. “Kami berkomitmen untuk mendukung agenda pembangunan berkelanjutan dengan memperkuat portofolio pembiayaan hijau yang sejalan dengan kebijakan pemerintah,” tutup Dhani.











