9 Juli 2026

Kecelakaan Maut di Kediri: Remaja 16 Tahun Tewaskan Pemotor

Kecelakaan Maut di Kediri: Remaja 16 Tahun Tewaskan Pemotor
Kecelakaan Maut di Kediri: Remaja 16 Tahun Tewaskan Pemotor

Hesti.id – 09 Juli 2026 | Seorang remaja berusia 16 tahun yang mengemudikan mobil Hyundai Palisade terlibat dalam kecelakaan fatal di Kediri, Jawa Timur, yang mengakibatkan tewasnya seorang pemotor. Kejadian ini terjadi pada Minggu malam, 5 Juli 2026, di Jalan KH Ahmad Dahlan, Kelurahan Mojoroto. Pengemudi, DWS, dinyatakan negatif narkoba setelah dilakukan tes urine oleh pihak kepolisian.

Kecelakaan beruntun ini melibatkan empat kendaraan, di mana DWS mengemudikan mobil dengan kecepatan tinggi dan diduga kurang berkonsentrasi. Akibatnya, ia menabrak sepeda motor Honda Scoopy yang ditunggangi Naura Azwa dan penumpangnya, Fulan Zuleyka. Fulan, seorang mahasiswi berusia 19 tahun, mengalami luka berat dan meninggal di lokasi kejadian.

Menurut penjelasan dari Kanit Gakkum Polres Kediri, Ipda Andi Anang Dwi Fauzi Sulaiman, setelah tabrakan dengan sepeda motor, mobil Palisade kehilangan kendali dan melaju ke jalur berlawanan, menabrak Toyota Avanza dan Isuzu Panther yang sedang melaju dari arah berlawanan. Kejadian ini membuat beberapa orang mengalami luka-luka, termasuk Naura yang selamat namun mengalami cedera di beberapa bagian tubuh.

Warga setempat yang mengetahui kejadian ini sempat marah dan mengepung mobil DWS yang hampir menjadi sasaran amukan massa. Beruntung, polisi segera tiba dan mengamankan DWS. Pengemudi yang masih di bawah umur ini belum dapat dimintai keterangan lebih lanjut karena mengalami syok setelah insiden tersebut.

Insiden ini kembali memicu diskusi mengenai keselamatan berkendara, terutama yang melibatkan anak di bawah umur. Jusri Pulubuhu, seorang instruktur keselamatan berkendara, menyatakan keprihatinannya atas kejadian ini. Ia menilai bahwa masyarakat dan pihak berwenang harus belajar dari insiden serupa yang sudah terjadi sebelumnya. Dalam dua tahun terakhir, setidaknya ada lima kasus kecelakaan yang melibatkan pengemudi di bawah umur, menunjukkan bahwa masalah ini perlu penanganan serius.

Kecelakaan ini menyoroti pentingnya keselamatan berkendara dan tanggung jawab orang tua dalam mengawasi anak-anak mereka. Jusri mengingatkan bahwa membiarkan anak di bawah umur mengemudikan kendaraan bermotor sama dengan mempertaruhkan nyawa di jalan raya. Kombinasi antara emosional yang belum matang dan ego berkendara dapat menjadi penyebab terjadinya kecelakaan fatal.

Polisi terus melakukan penyelidikan dan mendalami kasus ini, termasuk memeriksa dua orang dewasa yang juga berada di dalam mobil saat kejadian. Penanganan kasus ini akan dilakukan secara profesional dan tanpa perlakuan khusus, sesuai prosedur hukum yang berlaku.

Related Post

Tinggalkan komentar