30 Juni 2026

Inisiatif Telkom University untuk Promosi Digital Desa Sitiwinangun

Penulis

Supala Dean Supala

Inisiatif Telkom University untuk Promosi Digital Desa Sitiwinangun
Inisiatif Telkom University untuk Promosi Digital Desa Sitiwinangun

Hesti.id – 30 Juni 2026 | CIREBON – Telkom University Bantu Desa Sitiwinangun Perkuat Promosi Digital Wisata Kriya Gerabah melalui program pengabdian masyarakat yang inovatif. Kegiatan ini dilakukan pada tanggal 11 Juni 2026 dan bertujuan untuk membantu Desa Sitiwinangun dalam merumuskan strategi komunikasi digital yang lebih efektif. Tim dari Telkom University, yang dipimpin oleh Reffi Rafialdi Windya Giri, Ph.D., mengadakan Focus Group Discussion (FGD) dengan perwakilan desa, termasuk Sutrisno, untuk mendalami potensi dan kekayaan budaya desa tersebut.

Desa Sitiwinangun dikenal sebagai salah satu pusat kerajinan gerabah di Kabupaten Cirebon, yang memiliki sejarah dan nilai budaya yang kaya. Dalam diskusi ini, tim Telkom University berupaya menyusun blueprint storytelling, sebuah narasi yang diharapkan dapat menjadi landasan bagi promosi digital desa. Narasi ini tidak hanya akan menyoroti produk gerabah, tetapi juga kehidupan, proses, dan makna yang terkandung di dalamnya.

“Bagi masyarakat Sitiwinangun, gerabah lebih dari sekadar produk; ia adalah bagian dari tradisi, identitas, dan sejarah keluarga,” ungkap Sutrisno saat diskusi berlangsung. Dengan pendekatan ini, diharapkan masyarakat luar akan dapat memahami lebih dalam tentang nilai-nilai yang ada di balik setiap produk gerabah.

Reffi Rafialdi Windya Giri menjelaskan bahwa tujuan dari penyusunan blueprint ini adalah untuk menghadirkan cerita yang autentik dalam promosi digital. “Kami ingin agar ketika orang mencari informasi tentang Sitiwinangun, mereka tidak hanya melihat gerabah sebagai barang, tetapi juga merasakan nilai-nilai budaya dan cerita dari masyarakatnya,” jelasnya.

Melalui kegiatan ini, Telkom University Bantu Desa Sitiwinangun Perkuat Promosi Digital Wisata Kriya Gerabah diharapkan dapat menciptakan jembatan antara warisan kriya tradisional dan kebutuhan komunikasi digital yang semakin meningkat. Dengan narasi yang kuat dan lebih humanis, Desa Sitiwinangun diharapkan dapat dikenal lebih luas sebagai desa wisata kriya yang tidak hanya menawarkan produk, tetapi juga pengalaman budaya yang mendalam.

Lebih jauh, kegiatan ini juga diharapkan dapat meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam proses promosi dan pengembangan desa wisata. Dengan memberikan pelatihan dan pemahaman tentang pentingnya narasi digital, masyarakat diharapkan dapat berkontribusi dalam menciptakan konten yang menarik dan relevan untuk media sosial, website, dan katalog digital desa.

Partisipasi aktif masyarakat dalam menyusun narasi ini sangat penting, karena mereka adalah penyimpan sejarah dan nilai-nilai yang ada di desa tersebut. Dengan mengoptimalkan potensi lokal, Desa Sitiwinangun bisa menjadi destinasi wisata yang menarik bagi wisatawan, tidak hanya dari dalam negeri tetapi juga mancanegara.

Program ini merupakan contoh nyata dari kolaborasi antara institusi pendidikan tinggi dan masyarakat untuk mengangkat potensi lokal. Dengan dukungan Telkom University, Desa Sitiwinangun diharapkan dapat mengembangkan identitasnya sebagai desa wisata kriya yang unggul dan berkelanjutan.

Related Post

Tinggalkan komentar