9 Juli 2026

Indonet Luncurkan Jalur Fiber Optik Bawah Tanah Ketiga di Jakarta

Penulis

Hehet Hehet Hehet

Indonet Luncurkan Jalur Fiber Optik Bawah Tanah Ketiga di Jakarta
Indonet Luncurkan Jalur Fiber Optik Bawah Tanah Ketiga di Jakarta

Hesti.id – 09 Juli 2026 | Indonet Operasikan Jalur Fiber Optik Bawah Tanah Ketiga Jakarta-Kawasan Data Center– Industri Bekasi dan Karawang, sebuah langkah strategis dalam memperkuat infrastruktur konektivitas digital di Indonesia. Jalur fiber optik yang baru ini menghubungkan pusat Jakarta dengan kawasan industri dan data center di Bekasi hingga Karawang, menambah keandalan dan kapasitas konektivitas untuk melayani kebutuhan bisnis yang semakin kompleks.

Jalur baru yang dikenal sebagai East Route ini merupakan bagian dari pengembangan koridor timur Indonet, yang terdiri dari tiga jalur. Dengan panjang lebih dari 80 kilometer dan kapasitas dua kali 576 core fiber, jalur ini resmi beroperasi setelah dua jalur sebelumnya mulai beroperasi pada tahun 2025. Dengan demikian, total jaringan fiber optik Indonet kini mencapai sekitar 850 kilometer, mengalami kenaikan signifikan sebesar 141% dibandingkan dengan tahun 2024.

Pengoperasian jalur ini memberikan kapasitas yang lebih besar untuk ekspansi layanan dan memperkuat konektivitas antar data center, yang sangat penting bagi pelanggan yang memerlukan high availability serta kontinuitas bisnis. Indonet juga dikenal sebagai salah satu penyedia infrastruktur digital pertama di Indonesia yang membangun koridor fiber optik sepenuhnya di bawah tanah, yang mengurangi risiko terhadap kerusakan akibat cuaca ekstrem dan aktivitas konstruksi.

Donauly Situmorang, Presiden Direktur Indonet, menjelaskan bahwa Indonesia kini memasuki fase baru dalam pembangunan infrastruktur digital. “Investasi dalam data center, cloud, dan AI akan terus meningkat, namun hal tersebut hanya dapat terwujud jika didukung oleh konektivitas yang kuat. Oleh karena itu, kami berkomitmen untuk terus berinvestasi dalam pembangunan jaringan fiber optik bawah tanah dan infrastruktur interkoneksi data center yang handal,” katanya.

Dalam menghadapi kebutuhan layanan digital yang terus meningkat, infrastruktur interkoneksi data center menjadi krusial untuk memastikan pertukaran data antar data center berlangsung dengan cepat dan aman. Agus Ariyanto, Direktur Operasional Indonet, mengatakan bahwa pengoperasian jalur fiber optik bawah tanah merupakan bagian dari strategi jangka panjang perusahaan. “Jaringan ini dibangun di bawah tanah dengan kedalaman sekitar 1,5 hingga 2 meter, memberikan perlindungan lebih baik terhadap risiko eksternal,” tambahnya.

Data dari Indonesia Data Center – Market Share Analysis menunjukkan bahwa Indonesia merupakan salah satu pasar data center yang tumbuh paling cepat di Asia Tenggara. Investasi dari hyperscaler, cloud provider, dan enterprise diproyeksikan akan membawa nilai pasar data center Indonesia dari sekitar USD 1,83 miliar pada 2026 menjadi USD 3,48 miliar pada 2031 dengan tingkat pertumbuhan tahunan sebesar 13,71%.

Yudie Haryanto, Direktur Sales & Marketing Indonet, menekankan pentingnya kesiapan infrastruktur konektivitas untuk mendukung pertumbuhan ekosistem data center di Indonesia. “Pertumbuhan data center harus diimbangi dengan kesiapan infrastruktur konektivitas yang dapat menghubungkan data center secara cepat dan aman. Kualitas interkoneksi sangat penting untuk menjaga performa aplikasi dan kontinuitas layanan,” ujarnya.

Penguatan jaringan ini juga berkontribusi terhadap pengembangan ekosistem data center di Indonesia, termasuk CGK Campus berkapasitas 500 MW di Bekasi yang sedang dikembangkan oleh Digital Edge Indonesia. Keterpaduan antara platform konektivitas Indonet dan platform data center Digital Edge menciptakan ekosistem infrastruktur digital yang terintegrasi untuk mendukung pertumbuhan AI, cloud, dan ekonomi digital di Indonesia.

Related Post

Tinggalkan komentar