18/06/2026

Harga Material Naik Tajam, Pembangunan Program 3 Juta Rumah Terancam Melambat

Penulis

Firdausyah Eblis Kaisar

Harga Material Naik Tajam, Pembangunan Program 3 Juta Rumah Terancam Melambat
Harga Material Naik Tajam, Pembangunan Program 3 Juta Rumah Terancam Melambat

Hesti.id – 17 Juni 2026 | Harga material naik tajam pembangunan Program 3 Juta Rumah terancam melambat menjadi isu yang sangat serius dalam beberapa bulan terakhir. Pembangunan rumah subsidi di daerah mulai menghadapi tekanan serius akibat kenaikan harga material bangunan, biaya tanah, upah pekerja, logistik, perizinan, hingga pembiayaan proyek.

Kondisi ini dikhawatirkan dapat memperlambat penyediaan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah apabila tidak segera diimbangi dengan penyesuaian kebijakan harga. Harga material naik tajam pembangunan Program 3 Juta Rumah terancam melambat karena kenaikan biaya yang tidak terkendali.

Berdasarkan data internal DPD REI Sumatra Utara (Sumut), realisasi rumah subsidi di Sumut periode Januari–Mei 2026 tercatat sebanyak 3.059 unit, turun dibandingkan periode yang sama 2025 yang mencapai 4.027 unit. Dengan demikian, terjadi penurunan sekitar 24 persen secara tahunan.

Penurunan tersebut terjadi pada sebagian besar wilayah utama penyumbang rumah subsidi di Sumut. Deli Serdang yang selama ini menjadi pasar terbesar turun 27,1 persen, Langkat turun 17,1 persen, Asahan turun 35,9 persen, Labuhan Batu turun 15,7 persen, Binjai turun 31,1 persen, dan Simalungun turun 60,4 persen.

Harga material naik tajam pembangunan Program 3 Juta Rumah terancam melambat karena kenaikan biaya material yang cukup tinggi. Material alam seperti pasir, tanah urug, kerikil, batu, dan tripleks naik di kisaran 6–7 persen. Namun, beberapa komponen konstruksi mengalami lonjakan lebih tinggi, seperti besi naik sekitar 26 persen, batu bata 20 persen, semen 22 persen, gypsum 12 persen, cat 16 persen, dan keramik hingga 44 persen.

Harga material naik tajam pembangunan Program 3 Juta Rumah terancam melambat karena kenaikan biaya yang tidak terkendali. Jika dirata-ratakan, kenaikan material berada di kisaran 14–15 persen. Angka ini belum termasuk kenaikan upah pekerja sekitar 6–10 persen, kenaikan biaya perolehan tanah sekitar 10 persen, serta kenaikan biaya logistik, perizinan, dan pembiayaan sekitar 10 persen.

DPD REI Sumut mengusulkan beberapa langkah strategis yang dapat dipertimbangkan pemerintah untuk mengatasi harga material naik tajam pembangunan Program 3 Juta Rumah terancam melambat. Pertama, melakukan evaluasi dan penyesuaian harga rumah subsidi secara proporsional agar sesuai dengan perkembangan biaya pembangunan yang terjadi di lapangan.

Kedua, mempercepat proses penyaluran KPR subsidi sehingga rumah yang telah dibangun dapat segera terserap masyarakat. Ketiga, memperluas akses pembiayaan konstruksi dan KUR KPP bagi pengembang, khususnya pengembang daerah yang menjadi ujung tombak penyediaan rumah subsidi.

Keempat, mempercepat proses perizinan dan penyederhanaan regulasi untuk mengurangi biaya produksi rumah. Kelima, memperkuat sinergi antara pemerintah, perbankan, BP Tapera, dan asosiasi pengembang guna menjaga kesinambungan pasokan rumah subsidi di seluruh daerah.

Penyesuaian harga rumah subsidi perlu dilihat sebagai upaya menjaga keberlanjutan program, bukan semata-mata kepentingan pengembang. DPD REI Sumut mengusulkan agar pemerintah mempertimbangkan kenaikan harga rumah subsidi sebesar 15 persen.

Dengan mengacu pada harga rumah subsidi yang berlaku saat ini untuk wilayah Sumut sebesar Rp 166 juta per unit, usulan penyesuaian sebesar 15 persen setara dengan harga sekitar Rp 190 juta hingga Rp 191 juta per unit. Penyesuaian tersebut dinilai perlu dipertimbangkan karena harga acuan rumah subsidi di Sumut belum mengalami perubahan baru hingga 2026, sementara biaya pembangunan di lapangan terus meningkat.

DPD REI Sumut menilai kisaran harga tersebut masih realisasi untuk menjaga keberlanjutan pembangunan rumah subsidi, sekaligus memastikan kualitas bangunan tetap terjaga. Penyesuaian ini juga diharapkan tetap memperhatikan keterjangkauan bagi masyarakat berpenghasilan rendah sehingga program rumah subsidi dapat terus berjalan secara sehat dan berkelanjutan.

DPD REI Sumut menegaskan, tujuan utama dari usulan tersebut adalah agar pembangunan rumah subsidi tetap berjalan, kualitas bangunan tetap terjaga, dan masyarakat berpenghasilan rendah tetap memiliki akses terhadap rumah layak huni. Harga material naik tajam pembangunan Program 3 Juta Rumah terancam melambat dapat diatasi dengan penyesuaian kebijakan yang tepat.

Kesimpulan, harga material naik tajam pembangunan Program 3 Juta Rumah terancam melambat dapat diatasi dengan penyesuaian kebijakan yang tepat. Pemerintah perlu mempertimbangkan kenaikan harga rumah subsidi sebesar 15 persen untuk menjaga keberlanjutan program dan memastikan kualitas bangunan tetap terjaga.

Related Post

Tinggalkan komentar