30 Juni 2026

Dukungan Mahasiswa UNTAG Surabaya untuk UMKM: QRIS dan Banner

Penulis

Firdausyah Eblis Kaisar

Dukungan Mahasiswa UNTAG Surabaya untuk UMKM: QRIS dan Banner
Dukungan Mahasiswa UNTAG Surabaya untuk UMKM: QRIS dan Banner

Hesti.id – 30 Juni 2026 | Mahasiswa UNTAG Surabaya Bantu UMKM Pasang QRIS dan Banner dalam sebuah inisiatif yang membawa perubahan nyata bagi pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di kawasan Surabaya dan Gresik. Kegiatan ini melibatkan lima mahasiswa dari Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Surabaya yang berperan aktif untuk membantu dua UMKM, yaitu Agen Jajan dan Warung Masakan Madura, dalam mengatasi berbagai tantangan bisnis yang dihadapi.

Pada hari Senin, 29 Juni 2026, tim mahasiswa tersebut melakukan kunjungan langsung ke lapangan. Mereka memberikan pendampingan dengan membuat sistem pembayaran digital QRIS untuk Agen Jajan dan memasang banner baru untuk Warung Masakan Madura. Inisiatif ini diharapkan dapat meningkatkan aksesibilitas dan visibilitas usaha kecil tersebut di tengah persaingan bisnis yang semakin ketat.

Agen Jajan, yang sebelumnya hanya menerima pembayaran tunai, kini telah bertransformasi dengan adanya QRIS. Hal ini sangat penting mengingat banyak pelanggan saat ini lebih memilih menggunakan dompet digital seperti GoPay, OVO, DANA, dan berbagai opsi mobile banking lainnya. Bunga, pemilik Agen Jajan, menyatakan, “Sekarang pelanggan banyak yang memilih membayar dengan dompet digital. Adanya QRIS membuat pengelolaan pembayaran dan transaksi menjadi lebih praktis.”

Dengan sistem QRIS, setiap transaksi dapat tercatat otomatis, yang sangat membantu pemilik usaha dalam mengelola keuangan dan meminimalkan risiko kesalahan saat memberikan kembalian, terutama saat warung sedang ramai pengunjung. Ini adalah langkah signifikan menuju modernisasi UMKM di era digital saat ini.

Sementara itu, Warung Masakan Madura merasakan dampak positif dari pemasangan banner baru yang dirancang oleh mahasiswa. Sebelumnya, warung tersebut tidak memiliki penanda yang jelas, sehingga sulit untuk menarik perhatian pejalan kaki maupun pengendara yang melintas. Banner yang dipasang kini menampilkan nama warung dan daftar menu dengan ukuran huruf yang lebih mudah dibaca, sehingga memudahkan calon pembeli dalam mengambil keputusan.

Diah, pemilik Warung Masakan Madura, mengatakan, “Banner baru membuat warung saya jadi lebih terlihat oleh orang. Pembeli juga bisa langsung melihat menu dan harga yang tersedia sehingga lebih tertarik untuk datang.” Dengan adanya banner yang menarik, diharapkan dapat meningkatkan jumlah pengunjung dan penjualan di warungnya.

Program pendampingan ini merupakan bagian dari mata kuliah praktikum Program Studi Ilmu Komunikasi di UNTAG Surabaya, khususnya dalam bidang Komunikasi Pembangunan dan Pemberdayaan yang diampu oleh Drs. Jupriono, M.Si. Lima mahasiswa yang terlibat dalam kegiatan ini adalah Lia, Shellen, Dyawi, Indzar, dan Mustika. Mereka memilih untuk membantu pembuatan QRIS dan banner karena melihat kebutuhan nyata yang dihadapi kedua UMKM tersebut.

Bagi mahasiswa, kegiatan ini adalah kesempatan untuk menerapkan teori komunikasi pembangunan yang telah dipelajari di kelas ke dalam praktik langsung di masyarakat. Sementara itu, bagi pelaku UMKM, bantuan sederhana seperti QRIS dan banner berpotensi memberikan dampak yang signifikan dalam meningkatkan kemudahan transaksi dan daya tarik bagi konsumen.

Pembangunan bagi UMKM tidak selalu melibatkan proyek-proyek besar yang membutuhkan anggaran besar. Dari kegiatan ini, terlihat bahwa perubahan dapat dimulai dari hal-hal kecil seperti kode QR dan selembar banner yang dapat langsung dirasakan manfaatnya oleh pelaku usaha. Inisiatif seperti ini diharapkan dapat menginspirasi lebih banyak mahasiswa dan pihak lain untuk berkontribusi dalam pemberdayaan UMKM di Indonesia.

Related Post

Tinggalkan komentar