Hesti.id – 12 Juli 2026 | Viral bus diserang OTK di Labura: korban cabut laporan tapi polisi tetap usut [titlebase] menjadi sorotan utama media lokal. Pada malam 6 Juli 2026, bus Bintang Utara bernomor polisi BK 7081 DQ yang melayani rute Medan‑Dumai terhenti di Jalan Lintas Sumatera, Kelurahan Bandar Durian. Sekitar lima orang tak dikenal, kemudian bertambah hingga sepuluh, menyerang sopir Julianto Sinaga dan bus itu sendiri.
Peristiwa dimulai ketika sopir tiba‑tiba dihentikan oleh kelompok tersebut. Julianto turun dari bus sambil menuduh pelaku menunjuk ke arah salah satu anggota kelompok. Namun, dua orang langsung memukuli sopir, menimbulkan luka lecet di hidung, pipi, bahu, dan kening. Setelah itu, bus kembali melanjutkan perjalanan selama 500 meter sebelum dihentikan lagi oleh sekitar sepuluh orang yang melempar batu, pecahkan kaca samping kiri, dan melanjutkan pengeroyokan.
Di tengah kekacauan, rekan sopir bernama Robin menolong Julianto masuk ke dalam bus, namun ia sendiri terkena lemparan batu pada kaki kiri dan mengalami luka lecet. Semua luka diabadikan oleh petugas yang datang untuk menyelidiki TKP, mengamankan batu dan pecahan kaca sebagai bukti.
Baca juga:
Setelah kejadian, Julianto memutuskan untuk mencabut laporan polisi. Surat pencabutan tersebut dikirim ke Polres Labura pada Sabtu, 11 Juli 2026. Dalam suratnya, Julianto menyatakan tidak lagi merasa keberatan dan tidak akan mengungkit peristiwa tersebut. Ia menegaskan pencabutan laporan dilakukan atas kemauan sendiri tanpa paksaan.
Meski laporan telah dicabut, polisi tetap melanjutkan penyelidikan. Kepala Seksi Humas Polres Labura, AKP Aswin Irwan, menegaskan bahwa investigasi diperlukan untuk mengungkap penyebab penyerangan dan menjaga keamanan wilayah. “Meskipun laporan telah dicabut, penyelidikan tetap akan dilakukan untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi dan mengumpulkan bukti lain yang relevan,” ujarnya.
Viral bus diserang OTK di Labura: korban cabut laporan tapi polisi tetap usut [titlebase] menimbulkan ketegangan di kalangan publik. Banyak netizen menanyakan siapa yang bertanggung jawab dan apa alasan di balik serangan tersebut. Hingga kini, pihak kepolisian belum mengungkap identitas pelaku.
Di sisi lain, kejadian ini juga menyoroti pentingnya keamanan transportasi publik. Penyelidikan yang sedang berlangsung diharapkan dapat memberikan kejelasan dan menegakkan hukum bagi pelaku. Sementara itu, sopir Julianto kini sedang berusaha pulih dari luka-lukanya dan menunggu keputusan akhir dari proses hukum.
Viral bus diserang OTK di Labura: korban cabut laporan tapi polisi tetap usut [titlebase] menjadi peringatan bagi semua pihak terkait pentingnya kesiapsiagaan dan koordinasi dalam mengatasi insiden di jalan raya. Polisi berjanji akan terus menyelidiki sampai menemukan kebenaran.











