12 Juli 2026

Rupiah Terkikis ke Rp18.063, BI Pakai Jurus Tapi Masih Gagal

Penulis

Supala Dean Supala

Rupiah Terkikis ke Rp18.063, BI Pakai Jurus Tapi Masih Gagal
Rupiah Terkikis ke Rp18.063, BI Pakai Jurus Tapi Masih Gagal

Hesti.id – 12 Juli 2026 | BI beberkan penyebab rupiah sempat tembus Rp 18.000 per dolar AS pada Juli 2026 [titlebase] dan menegaskan bahwa tekanan nilai tukar belum sepenuhnya terserap oleh kebijakan bank sentral. Pada perdagangan Jumat, 10 Juli 2026, rupiah melemah menembus Rp 18.063 per dolar AS, menandai titik psikologis yang membuat pasar semakin tegang.

Di balik angka tersebut, terdapat beberapa faktor utama: sentimen global yang menurun, arus modal keluar yang berkelanjutan, kebutuhan valas korporasi yang meningkat, serta harga minyak yang menguat. Selain itu, persepsi risiko fiskal domestik masih menggemparkan investor. “Jurus BI hanya efektif sebagai penahan jangka pendek jika tidak didukung kebijakan fiskal dan sektor riil yang kredibel,” ujar M Rizal Taufikurahman, Kepala Pusat Makroekonomi dan Keuangan Institute for Development of Economics and Finance (Indef).

BI telah melakukan intervensi dengan menurunkan BI-rate dan melakukan operasi pasar terbuka untuk menstabilkan pasar. Namun, intervensi ini tidak cukup mengatasi tekanan yang muncul dari faktor-faktor eksternal. Rizal menilai bahwa rupiah masih berpotensi volatil di sekitar level psikologis Rp 18.000 per dolar AS dalam waktu dekat. “Pelemahan tidak selalu berlanjut secara linear, tetapi ruang penguatan juga belum kuat selama arus modal asing belum stabil,” jelasnya.

Dalam konteks ini, BI beberkan penyebab rupiah sempat tembus Rp 18.000 per dolar AS pada Juli 2026 [titlebase] menjadi penting. Pemerintah perlu menambah disiplin fiskal, menahan belanja tidak produktif, memperkuat ekspor, mengurangi impor energi, dan menjaga kepastian kebijakan. Jika APBN semakin kredibel dan investasi masuk, pasar akan lebih percaya pada nilai tukar.

Berikut tabel singkat pergerakan rupiah pada minggu terakhir Juli 2026:

TanggalKurs Penutupan (Rp/dolar)
8 Juli 202617.980
9 Juli 202618.014
10 Juli 202618.063

Analisis lain dari pengamat ekonomi, Ibrahim Assuaibi, menyatakan bahwa rupiah masih akan berfluktuasi antara Rp 18.010 hingga Rp 18.060 per dolar AS. Faktor-faktor seperti kebijakan suku bunga Fed, konflik geopolitik di Timur Tengah, dan imbal hasil obligasi AS tetap memengaruhi pasar.

BI beberkan penyebab rupiah sempat tembus Rp 18.000 per dolar AS pada Juli 2026 [titlebase] juga menyoroti peran penting cadangan devisa. Cadangan yang kuat dapat menahan tekanan, namun saat arus modal keluar masih tinggi, rupiah akan tetap berada di bawah tekanan. Pemerintah harus memanfaatkan kebijakan fiskal untuk menstabilkan situasi.

Secara keseluruhan, kombinasi kebijakan moneter, fiskal, dan struktur ekonomi internal menjadi kunci. Jika BI dan pemerintah dapat sinkronisasi, rupiah akan mulai menunjukkan tren kenaikan nilai. Namun, hingga saat ini, tekanan global dan ketidakpastian fiskal masih menjadi hambatan utama.

Related Post

Tinggalkan komentar