Hesti.id – 01 Juli 2026 | Badan Pengusahaan (BP) Batam menyambut investasi AI global yang akan membangun kampus Nvidia AI Factory pertama di Indonesia di Batam. Proyek ini dilaksanakan oleh Firmus Technologies Pty Ltd., sebuah perusahaan infrastruktur kecerdasan buatan dari Australia, yang bekerja sama dengan Nvidia Corp. dan DayOne dari Singapura.
Investasi ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat posisi Batam sebagai pusat infrastruktur digital dan kecerdasan buatan di Asia Tenggara. Rencana ekspansi ini diumumkan oleh Firmus Technologies pada 29 Juni sebagai bagian dari strategi pengembangan infrastruktur AI di kawasan Asia Pasifik.
Dalam proyek ini, Firmus Technologies akan membangun kampus Nvidia DSX AI Factory dengan kapasitas 360 megawatt (MW) di Batam. Kampus ini diharapkan mulai beroperasi pada kuartal pertama tahun 2027 dan mampu menyediakan hingga 170.000 chip akselerator AI Nvidia selama tahun 2027 hingga 2028. Dengan kapasitas tersebut, proyek ini akan menjadi salah satu kluster GPU terbesar yang sedang dikembangkan di Asia Tenggara.
Baca juga:
Tidak hanya memperkuat kapasitas komputasi AI di kawasan, investasi ini juga diprediksi akan menghasilkan nilai kesepakatan pembelian sebesar US$25 miliar hingga US$30 miliar dalam enam tahun pertama operasional. Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, menyatakan bahwa masuknya investasi Firmus Technologies bersama Nvidia dan DayOne menunjukkan kepercayaan investor global terhadap iklim investasi dan kesiapan infrastruktur yang dimiliki Batam.
“Kehadiran Firmus Technologies bersama Nvidia dan DayOne di Batam menegaskan bahwa kawasan ini siap bertransformasi menjadi pusat infrastruktur kecerdasan buatan berskala global. Ini bukan sekadar investasi pusat data, melainkan langkah strategis untuk memperkuat posisi Batam dan Indonesia dalam rantai nilai ekonomi digital serta ekosistem AI dunia,” ungkap Li Claudia di Batam Centre.
Li Claudia juga menjelaskan bahwa tren peningkatan investasi di sektor pusat data dan teknologi digital menunjukkan bahwa Batam memiliki sejumlah keunggulan kompetitif. Lokasi yang strategis di jalur perdagangan internasional, infrastruktur yang terus berkembang, serta regulasi investasi yang mendukung menjadi faktor utama dalam menarik investor.
BP Batam berkomitmen untuk memberikan dukungan penuh terhadap kebutuhan investor, termasuk memastikan kesiapan infrastruktur penunjang seperti pasokan listrik yang andal dan konektivitas digital. Li Claudia menambahkan bahwa kehadiran proyek AI berskala besar ini akan menciptakan efek berganda bagi perekonomian daerah, mulai dari terbukanya lapangan kerja bagi tenaga profesional, tumbuhnya ekosistem teknologi digital, hingga meningkatnya transfer pengetahuan dan teknologi di bidang kecerdasan buatan.
Sebagai penutup, BP Batam bertekad untuk memastikan kesiapan infrastruktur pendukung dalam proyek ini. Dengan adanya pasokan listrik yang handal, konektivitas digital yang baik, serta kemudahan dalam proses investasi, BP Batam ingin memastikan bahwa proyek strategis ini dapat berjalan dengan lancar dan memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi serta daya saing Batam di tingkat regional maupun global.
Dengan demikian, langkah ini semakin mempertegas posisi Batam sebagai salah satu destinasi utama pengembangan pusat data dan infrastruktur digital di Asia Tenggara. Proyek ini diharapkan menjadi pintu masuk investasi teknologi masa depan yang akan memperkuat daya saing Indonesia dalam industri kecerdasan buatan dan ekonomi digital global.











