Hesti.id – 24 Juni 2026 | MSP Raih Penghargaan PROPER Emas dan Green Leadership PROPER dari KLH merupakan pencapaian yang sangat membanggakan bagi PT Mitra Stania Prima. Penghargaan ini diberikan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan menandai pengakuan negara atas pengelolaan lingkungan perusahaan timah di bawah ARSARI Tambang yang dinilai melampaui standar kepatuhan.
Bagi warga di sekitar wilayah operasi, capaian ini bukan sekadar piagam. MSP menyebut program lingkungan perusahaan berdampak pada kualitas udara, pengurangan emisi, efisiensi energi, serta peluang ekonomi baru melalui pemberdayaan masyarakat berbasis ekonomi sirkular.
Penghargaan PROPER Emas diterima Komisaris MSP Harwendro Adityo Dewanto. Pada acara yang sama, Direktur Utama ARSARI Tambang Aryo P. S. Djojohadikusumo menerima penghargaan Green Leadership PROPER. Keduanya diserahkan langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq.
Baca juga:
MSP Raih Penghargaan PROPER Emas dan Green Leadership PROPER dari KLH ini menunjukkan perusahaan telah memenuhi standar pengelolaan lingkungan yang lebih tinggi di Indonesia. Bukan sebatas patuh, ada inovasi yang harus dibuktikan, termasuk efisiensi energi, pengurangan emisi, pengelolaan limbah, dan program sosial yang terukur.
Transisi energi di smelter timah juga menjadi fokus MSP. Perusahaan menjalankan sejumlah program ekoinovasi untuk menekan jejak karbon di fasilitas pengolahan. Salah satu langkahnya ialah transisi dari penggunaan solar atau diesel ke listrik berbasis Renewable Energy Certificate atau REC PLN.
MSP Raih Penghargaan PROPER Emas dan Green Leadership PROPER dari KLH ini bukan hanya pencapaian internal, tetapi juga memiliki dampak positif bagi masyarakat sekitar. Program sosial MSP dijalankan melalui Program ARSARI dengan pendekatan ekonomi sirkular. Limbah kelapa diolah menjadi biochar dan asap cair memakai teknologi retort berbasis pembakaran tertutup.
Model ini membuka peluang usaha bagi warga sekitar. Empat kelompok masyarakat yang mengikuti program memperoleh peningkatan pendapatan rata-rata Rp1,5 juta sampai Rp1,9 juta per bulan. Dampak lingkungannya ikut dihitung. Inovasi pengolahan limbah kelapa disebut menurunkan emisi dari 115 ton menjadi 35 ton CO2 ekuivalen.
MSP Raih Penghargaan PROPER Emas dan Green Leadership PROPER dari KLH menjadi contoh bagi perusahaan lain untuk memprioritaskan pengelolaan lingkungan. Dengan komitmen kuat dan inovasi terus-menerus, MSP berharap dapat menjaga integritas operasional agar kegiatan bisnis tidak merusak lingkungan dan tetap memberi manfaat bagi masyarakat sekitar.
Kesimpulan dari MSP Raih Penghargaan PROPER Emas dan Green Leadership PROPER dari KLH ini adalah bahwa perusahaan harus memprioritaskan pengelolaan lingkungan dan memenuhi standar yang lebih tinggi. Dengan demikian, perusahaan dapat meminimalkan dampak negatif dan memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar.











