Hesti.id – 22 Juni 2026 | Daris dan Salwa Sosok Anak Muda yang Menjadi Icon Teknologi Antariksa merupakan contoh inspiratif bagi generasi muda di Indonesia. Mereka berdua telah membuktikan bahwa dengan ketertarikan dan dedikasi, seseorang dapat menjadi bagian dari perkembangan teknologi antariksa.
Nama Daris Cahyo Adi dan Salwa Maziah Annajah diukir pada bodi satelit milik perusahaan antariksa Amerika Serikat, Astranis. Ini merupakan bagian dari program yang memungkinkan masyarakat mengabadikan identitas mereka pada wahana antariksa yang akan diterbangkan ke orbit.
Astranis merupakan perusahaan teknologi satelit yang berbasis di San Francisco, California. Perusahaan itu mengembangkan satelit komunikasi untuk menyediakan layanan konektivitas di berbagai wilayah dunia.
Baca juga:
Bagi Daris, momen tersebut memiliki makna tersendiri. Selama beberapa tahun terakhir, ia aktif mengembangkan berbagai proyek yang berkaitan dengan teknologi peroketan dan kedirgantaraan melalui Tim Mengangkasa Rocketry.
Nama Daris mulai dikenal setelah terlibat dalam pengembangan Roket Nusantara, sebuah proyek roket amatir yang digagas bersama rekan-rekannya. Proyek tersebut mendapat perhatian publik setelah berhasil melakukan penerbangan uji hingga mendekati ketinggian satu kilometer.
Sementara itu, Salwa Maziah Annajah memiliki minat pada bidang sains dan teknologi. Ia pernah mengikuti sejumlah kegiatan pendidikan yang berkaitan dengan STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics).
Daris dan Salwa Sosok Anak Muda yang Menjadi Icon Teknologi Antariksa ini menunjukkan bahwa generasi muda Indonesia memiliki potensi besar untuk berkontribusi pada perkembangan teknologi antariksa. Mereka berdua telah membuktikan bahwa dengan ketertarikan dan dedikasi, seseorang dapat menjadi bagian dari perkembangan teknologi antariksa.
Daris dan Salwa Sosok Anak Muda yang Menjadi Icon Teknologi Antariksa juga menunjukkan bahwa pengembangan teknologi antariksa tidak hanya dapat dilakukan oleh lembaga besar atau institusi pemerintah. Melalui pendekatan berbasis komunitas, mereka mengembangkan sistem roket secara mandiri dengan memanfaatkan sumber daya yang tersedia serta pengetahuan yang dipelajari secara berkelanjutan.
Sebagai kesimpulan, Daris dan Salwa Sosok Anak Muda yang Menjadi Icon Teknologi Antariksa merupakan contoh inspiratif bagi generasi muda di Indonesia. Mereka berdua telah membuktikan bahwa dengan ketertarikan dan dedikasi, seseorang dapat menjadi bagian dari perkembangan teknologi antariksa.











