Hesti.id – 22 Juni 2026 | Saham SHIP Dibuka Lagi Melonjak 9,68% ke Rp1.530 menjadi topik hangat di pasar saham saat ini. Saham SHIP milik PT Sillo Maritime Perdana Tbk dibuka kembali oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin, 22 Juni 2026, dan langsung melonjak 9,68% atau 135 poin ke Rp1.530 di sesi I pasar reguler dan tunai.
Kenaikan ini muncul setelah BEI menghentikan sementara perdagangan saham emiten pelayaran tersebut sejak 9 Juni 2026. Langkah suspensi diambil setelah harga SHIP turun tajam dan dinilai perlu dijaga agar investor punya ruang menimbang risiko dengan lebih tenang.
Saham SHIP keluar dari suspensi dan langsung mentok Auto-Reject Atas (ARA). Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, Yulianto Aji Sadono, menjelaskan bahwa penghentian sementara perdagangan SHIP dilakukan karena penurunan harga kumulatif yang signifikan. Menurut dia, kebijakan itu ditempuh untuk melindungi investor.
Baca juga:
Begitu kembali diperdagangkan, saham SHIP langsung masuk ke pola yang sering disebut pelaku pasar sebagai “balik badan cepat”. Harga bergerak naik sampai menyentuh Auto-Reject Atas (ARA). Pada penutupan sesi I, saham ini berada di Rp1.530, jauh di atas harga saat suspensi diberlakukan.
Pergerakan semacam ini memberi sinyal sederhana: pasar masih memberi valuasi pada saham pelayaran itu, meski sebelumnya tekanan jual datang sangat keras. Tapi statusnya belum sepenuhnya normal. Karena suspensi berlangsung lebih dari satu hari bursa, SHIP kini masuk skema perdagangan Full Call Auction (FCA) di Papan Pemantauan Khusus setidaknya selama sepekan.
Tekanan jual SHIP sempat sangat dalam. Data yang disampaikan BEI menunjukkan penurunan saham SHIP memang bukan koreksi kecil. Dalam sebulan sebelum suspensi, harga saham ini merosot 25,8%. Dalam tiga bulan terakhir, penurunannya lebih dalam lagi, mencapai 64,32%.
Kalau ditarik ke awal tahun, peta kerugiannya makin jelas. Dari harga Rp4.830 di awal 2026, SHIP jatuh ke Rp1.395 sebelum suspensi pada 9 Juni 2026. Artinya, penurunan sepanjang tahun mencapai 71,12%.
Angka-angka ini penting bagi investor ritel. Soalnya, saham yang turun sedalam itu biasanya memicu dua reaksi berlawanan: sebagian pelaku pasar buru-buru mencari harga murah, sementara yang lain memilih menjauh dulu karena volatilitasnya tinggi. Begitu suspensi dicabut, dua sentimen itu langsung bertemu di layar perdagangan.
Saham SHIP Dibuka Lagi Melonjak 9,68% ke Rp1.530 menunjukkan bahwa pasar masih memiliki minat pada saham ini. Namun, volatilitas yang tinggi dan penurunan sepanjang tahun yang mencapai 71,12% harus menjadi perhatian bagi investor.
Pergerakan saham SHIP yang liar dan sensitif harus diwaspadai. Saham SHIP Dibuka Lagi Melonjak 9,68% ke Rp1.530 bisa menjadi peluang bagi investor yang siap menghadapi risiko. Namun, penting untuk memahami bahwa Saham SHIP Dibuka Lagi Melonjak 9,68% ke Rp1.530 juga bisa berubah cepat.
Bagi investor ritel, kasus SHIP memberi pelajaran praktis: saham yang sempat ambruk tajam lalu dibuka lagi memang terlihat menarik, tetapi risikonya ikut melonjak. Pada akhirnya, angka 71,12% penurunan sepanjang tahun dan lonjakan 9,68% saat dibuka kembali menjadi dua wajah dari saham yang sama. Sangat liar. Sangat sensitif.
Untuk itu, penting bagi investor untuk memperhatikan harga wajar, volume, dan batas risiko sejak awal. Saham SHIP Dibuka Lagi Melonjak 9,68% ke Rp1.530 bisa menjadi awal dari pergerakan yang lebih stabil, atau bisa juga menjadi awal dari penurunan yang lebih dalam. Hanya waktu yang akan menjawabnya.











