Hesti.id – 21 Juni 2026 | Ossy Dermawan Dorong Percepatan Pemetaan Tanah untuk Dukung Kebijakan Satu Peta menjadi salah satu fokus utama dalam mendukung pelaksanaan Asta Cita yang menjadi arah pembangunan nasional pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Hal ini disampaikan oleh Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Wakil Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Ossy Dermawan, saat menjadi pembicara dalam kegiatan Akademi Politik yang diselenggarakan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ).
Mengusung tema “Asta Cita sebagai Kompas Peradaban: Meneguhkan Kepemimpinan Bangsa yang Tangguh, Berdaulat, dan Berkemajuan”, Ossy menjelaskan bahwa berbagai program prioritas nasional membutuhkan dukungan sektor pertanahan yang kuat dan terintegrasi. Ossy Dermawan Dorong Percepatan Pemetaan Tanah untuk Dukung Kebijakan Satu Peta dengan demikian menjadi kunci untuk mewujudkan kemandirian bangsa melalui swasembada pangan, energi, air, ekonomi kreatif, ekonomi hijau, maupun ekonomi biru.
Dalam paparannya, Ossy menjelaskan bahwa sekitar 77 persen wilayah Indonesia merupakan kawasan laut, sedangkan 23 persen lainnya berupa daratan dengan luas sekitar 189 juta hektare. Dari total daratan tersebut, sekitar 118,1 juta hektare atau 62,5 persen merupakan kawasan hutan yang berada di bawah kewenangan Kementerian Kehutanan. Sementara itu, sekitar 70,1 juta hektare Areal Penggunaan Lain (APL) menjadi wilayah yang berada dalam kewenangan Kementerian ATR/BPN.
Baca juga:
Ossy Dermawan Dorong Percepatan Pemetaan Tanah untuk Dukung Kebijakan Satu Peta dengan menyelesaikan pemetaan tersebut menjadi langkah penting untuk mewujudkan basis data pertanahan nasional yang lengkap, akurat, dan terintegrasi. Selain pemetaan, pemerintah juga terus mendorong integrasi data melalui implementasi Kebijakan Satu Peta. Program tersebut dinilai menjadi fondasi penting dalam menciptakan tata kelola pertanahan dan tata ruang yang lebih baik.
Integrasi data diperlukan untuk meminimalkan tumpang tindih pemanfaatan ruang yang selama ini kerap menjadi penyebab sengketa lahan maupun konflik agraria. Ossy Dermawan Dorong Percepatan Pemetaan Tanah untuk Dukung Kebijakan Satu Peta dengan demikian diharapkan dapat mendukung pembangunan nasional yang lebih terarah sekaligus memperkuat kepastian hukum di bidang pertanahan dan tata ruang.
Penyelesaian pemetaan dan integrasi data pertanahan menjadi kunci untuk mewujudkan kemandirian bangsa dan mendukung pelaksanaan Asta Cita. Dengan Ossy Dermawan Dorong Percepatan Pemetaan Tanah untuk Dukung Kebijakan Satu Peta, diharapkan pembangunan nasional dapat lebih terarah dan efektif dalam mewujudkan Indonesia yang tangguh, berdaulat, dan berkemajuan.
Kesimpulan dari paparan Ossy Dermawan adalah bahwa percepatan pemetaan tanah dan integrasi data pertanahan sangat penting untuk mendukung pelaksanaan Asta Cita dan mewujudkan kemandirian bangsa. Ossy Dermawan Dorong Percepatan Pemetaan Tanah untuk Dukung Kebijakan Satu Peta dengan demikian menjadi salah satu langkah strategis yang perlu dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut.











