Hesti.id – 19 Juni 2026 | PT Aman Agrindo Tbk GULA Mengalokasikan Belanja Modal Sebesar Rp40,28 miliar Yang Difokuskan Untuk Pembangunan Pabrik Gula Merah Dan Pengadaan Mesin Produksi merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kinerja perusahaan. Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) dan Public Expose yang digelar pada Jumat (19/6/2026), perseroan memaparkan strategi pertumbuhan usaha dan target kinerja tahun 2026.
PT Aman Agrindo Tbk GULA Mengalokasikan Belanja Modal Sebesar Rp40,28 miliar Yang Difokuskan Untuk Pembangunan Pabrik Gula Merah Dan Pengadaan Mesin Produksi diharapkan dapat membalikkan kinerja menjadi positif seiring rampungnya pembangunan pabrik gula merah yang ditargetkan mulai beroperasi pada semester II tahun ini. Perusahaan telah mengalokasikan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp40,28 miliar yang difokuskan untuk pembangunan pabrik gula merah dan pengadaan mesin produksi.
Dari total anggaran tersebut, realisasi penggunaan dana hingga Mei 2026 mencapai sekitar Rp39,06 miliar atau hampir 97 persen dari total rencana investasi. Sebagian besar dana telah digunakan untuk pengadaan mesin produksi gula merah, sementara pembangunan fasilitas pabrik masih menyisakan dana sekitar Rp1,22 miliar. PT Aman Agrindo Tbk GULA Mengalokasikan Belanja Modal Sebesar Rp40,28 miliar Yang Difokuskan Untuk Pembangunan Pabrik Gula Merah Dan Pengadaan Mesin Produksi juga diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah produk perseroan.
Baca juga:
Untuk tahun buku 2026, Aman Agrindo menargetkan penjualan sebesar Rp336,37 miliar, meningkat 68,1 persen dibandingkan realisasi tahun 2025 sebesar Rp200,11 miliar. Perseroan juga menargetkan laba bruto mencapai Rp55,82 miliar dan laba bersih sebesar Rp36,90 miliar. Target tersebut menunjukkan optimisme yang tinggi mengingat pada tahun 2025 Perseroan masih mencatat rugi bersih sebesar Rp6,78 miliar.
PT Aman Agrindo Tbk GULA Mengalokasikan Belanja Modal Sebesar Rp40,28 miliar Yang Difokuskan Untuk Pembangunan Pabrik Gula Merah Dan Pengadaan Mesin Produksi merupakan langkah yang tepat untuk meningkatkan kinerja perusahaan. Dengan demikian, perusahaan berharap dapat membalikkan kondisi dari rugi menjadi laba pada tahun berjalan. Selain itu, Perseroan menargetkan total aset sebesar Rp305,67 miliar, total liabilitas Rp123,01 miliar, serta total ekuitas Rp182,67 miliar.
Rasio liabilitas terhadap aset ditargetkan berada pada level 0,40 kali, sedangkan rasio liabilitas terhadap ekuitas sebesar 0,67 kali. Hingga kuartal pertama 2026, Aman Agrindo telah membukukan penjualan sebesar Rp40,92 miliar. Perseroan juga mencatat laba usaha sebesar Rp2,10 miliar dan laba bersih sebesar Rp36,49 juta.
Pembangunan pabrik gula merah sempat menghadapi sejumlah tantangan, antara lain keterlambatan impor mesin pengolahan gula merah serta meningkatnya biaya investasi akibat fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat. Meski demikian, Perseroan memastikan proyek tetap berjalan dan ditargetkan mulai beroperasi pada semester II tahun 2026.
Dalam menghadapi persaingan industri dan mencapai target yang telah ditetapkan, Perseroan akan mengembangkan strategi pemasaran dan penjualan dengan menjaga hubungan baik bersama pelanggan eksisting, mencari pelanggan baru, serta meningkatkan kualitas layanan. Selain itu, perusahaan berkomitmen menjaga ketepatan waktu pengiriman dan kualitas produk guna meningkatkan kepuasan pelanggan.
PT Aman Agrindo Tbk GULA Mengalokasikan Belanja Modal Sebesar Rp40,28 miliar Yang Difokuskan Untuk Pembangunan Pabrik Gula Merah Dan Pengadaan Mesin Produksi merupakan langkah yang strategis untuk meningkatkan kinerja perusahaan. Dengan demikian, perusahaan berharap dapat membalikkan kondisi dari rugi menjadi laba pada tahun berjalan dan meningkatkan nilai tambah produk perseroan.
Kesimpulan dari PT Aman Agrindo Tbk GULA Mengalokasikan Belanja Modal Sebesar Rp40,28 miliar Yang Difokuskan Untuk Pembangunan Pabrik Gula Merah Dan Pengadaan Mesin Produksi adalah bahwa perusahaan telah mengalokasikan belanja modal sebesar Rp40,28 miliar untuk pembangunan pabrik gula merah dan pengadaan mesin produksi. Dengan demikian, perusahaan berharap dapat meningkatkan kinerja dan membalikkan kondisi dari rugi menjadi laba pada tahun berjalan.











