Hesti.id – 16 Juni 2026 | Suaeb Mahbub, Sekretaris Lembaga Pariwisata dan Kebudayaan Bamus Betawi, mengemukakan pernyataan yang sangat menarik terkait dengan Jakarta sebagai kota global. Dalam Rapat Kerja (Raker) Tahun 2026 yang mengusung tema "Menyongsong Lima Abad Jakarta Kota Budaya dan Kota Global", Suaeb Mahbub menekankan pentingnya menjadikan Jakarta sebagai ruang kolaborasi dunia, baik dalam bisnis maupun pertukaran budaya. Ia berpendapat bahwa Jakarta harus menjadi kota yang dapat menampung berbagai kebudayaan dan kebiasaan dari berbagai belahan dunia.
Suaeb Mahbub juga menekankan pentingnya pelestarian budaya Betawi. Ia menunjukkan bahwa khazanah budaya Betawi yang perlu mendapat perhatian lebih serius, seperti perahu kolek yang sudah tercatat dalam literatur tetapi belum terimplementasi dalam bentuk dokumentasi dan display yang memadai. Selain itu, perlu adanya standar atau pakem budaya Betawi, baik dalam seni pertunjukan seperti lenong denes dan lenong preman maupun dalam busana adat seperti jas tutup, sadariah, jas encim, dan kebaya rancang.
Suaeb Mahbub juga menekankan pentingnya peran masyarakat dalam mewujudkan Jakarta sebagai kota global yang tetap berakar pada budaya lokal. Ia berpendapat bahwa konsep pembangunan yang diusung sejalan dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin ke-11 tentang kota dan komunitas berkelanjutan.
Baca juga:
Jakarta sebagai kota global harus menjadi ruang kolaborasi dunia, baik dalam bisnis maupun pertukaran budaya. Namun keberhasilan itu tidak hanya bergantung pada pemerintah, melainkan juga pada kesiapan masyarakat yang diberdayakan secara aktif. Oleh karena itu, Suaeb Mahbub berharap masyarakat dapat lebih aktif dalam menjaga dan mengembangkan budaya Betawi.
Kesimpulan, transformasi Jakarta menjadi kota global haruslah melibatkan pemerintah, masyarakat, dan berbagai lembaga kebudayaan. Pelestarian budaya Betawi juga sangat penting untuk menjaga eksistensi budaya Betawi. Oleh karena itu, Suaeb Mahbub berharap pemerintah dapat memberikan ruang yang lebih luas bagi seniman dan praktisi budaya untuk berekspresi melalui ekosistem seni yang sehat dan berkelanjutan.











