Hesti.id – 10 Juli 2026 | Nasib Menteri PU Dody Hanggodo, batal ke Amerika Serikat usai surat dinas viral, pilih kunjungi Aceh [titlebase]. Keputusan ini diambil setelah surat perjalanan dinasnya yang mencantumkan nama anggota keluarganya menjadi sorotan publik. Dody mengumumkan pembatalan tersebut saat meninjau Jembatan Enang-Enang di Kabupaten Bener Meriah, Aceh, pada Rabu, 8 Juli 2026.
Dalam pernyataannya, Dody menegaskan bahwa ia lebih memilih untuk meninjau infrastruktur yang ada di dalam negeri ketimbang melakukan perjalanan internasional. “Saya lebih memilih ke Enang-Enang daripada ke Amerika Serikat,” ujarnya. Keputusan ini juga menunjukkan komitmen Dody untuk lebih fokus pada masalah infrastruktur di daerah yang membutuhkan perhatian lebih.
Surat perjalanan dinas yang viral mencakup informasi mengenai rencana kunjungan Dody, serta mencantumkan nama istrinya, Irma Hermawati, dan anaknya, Aurellia Tsabitha Meidira, sebagai bagian dari rombongan. Hal ini memicu dugaan bahwa biaya perjalanan tersebut akan ditanggung oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Namun, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menegaskan bahwa tidak ada anggaran negara yang digunakan untuk membiayai anggota keluarga Dody dalam perjalanan ini.
Baca juga:
“Informasi yang menyebutkan bahwa Menteri Dody akan membawa keluarganya menggunakan APBN adalah tidak benar. Kementerian PU memastikan bahwa semua biaya yang dikeluarkan untuk anggota keluarga, jika ada, akan menggunakan dana pribadi,” ungkap Sekretaris Jenderal Kementerian PU, Apri Artoto.
Keputusan Menteri Dody untuk membatalkan kunjungan ke Amerika Serikat ini juga didorong oleh keinginan untuk mengutamakan agenda kerja yang lebih mendesak. Jembatan Enang-Enang, yang berada di Aceh, merupakan salah satu proyek yang penting karena sebelumnya telah diperbaiki secara swadaya oleh masyarakat setempat.
Dody melanjutkan, “Saya sudah beberapa kali ke Amerika, jadi tidak masalah jika kali ini saya fokus di dalam negeri. Kunjungan ke Aceh ini lebih penting karena berkaitan langsung dengan kondisi infrastruktur yang memerlukan perhatian dari pemerintah,” ujarnya.
Langkah ini diambil di tengah sorotan publik yang tinggi terhadap penggunaan anggaran negara, terutama setelah beberapa kasus korupsi yang mencuat belakangan ini. Masyarakat berharap agar para pejabat negara dapat lebih transparan dan bertanggung jawab dalam setiap keputusan yang diambil.
Dalam konteks yang lebih luas, keputusan Dody untuk batal ke Amerika Serikat menunjukkan bahwa ia ingin mendengarkan langsung suara masyarakat dan memastikan proyek-proyek infrastruktur berjalan dengan baik. Dengan fokus pada Aceh, Dody berharap dapat memberikan dampak positif dan memperbaiki kondisi infrastruktur yang ada di wilayah tersebut.
Secara keseluruhan, nasib Menteri PU Dody Hanggodo, batal ke Amerika Serikat usai surat dinas viral, pilih kunjungi Aceh [titlebase], menyoroti pentingnya akuntabilitas dan transparansi dalam pemerintahan, serta komitmen untuk memperbaiki infrastruktur di dalam negeri.











