Hesti.id – 09 Juli 2026 | Pangkogabwilhan III: Pesawat tempur TNI berulang kali cegah pesawat asing di wilayah Papua dan Maluku. Dalam upaya meningkatkan keamanan dan merespons ancaman dari kelompok separatis Organisasi Papua Merdeka (OPM), Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) III mengintensifkan operasi pengamanan. Selama semester pertama tahun 2026, pihak Kogabwilhan III melaporkan telah menyita puluhan senjata api, amunisi, serta barang-barang yang terkait dengan kegiatan OPM.
Dalam konferensi pers di Makogabwilhan III di Mimika, Panglima Kogabwilhan III, Letjen TNI Lucky Avianto, menunjukkan sejumlah barang bukti yang disita, termasuk 47 pucuk senjata api berbagai jenis dan ratusan butir amunisi. Lucky menyatakan bahwa jika senjata-senjata tersebut masih berada di tangan OPM, akan ada lebih banyak korban yang tidak bersalah seperti pilot pesawat yang tewas di Yahukimo.
Aksi kekerasan terbaru terjadi pada 2 Juli 2026, ketika kelompok bersenjata OPM melakukan pembakaran terhadap pesawat Pilatus milik PT AMA dan menembak mati pilotnya, Nicholas F. Goselin, warga negara Amerika Serikat. Letjen Lucky menekankan pentingnya keberadaan pos keamanan di area bandara, yang saat ini masih minim, sehingga memudahkan OPM untuk melakukan tindakan keji tersebut.
Baca juga:
“Belajar dari kasus kemarin, kami menyadari bahwa ketiadaan pos keamanan di bandara Balinggama berkontribusi terhadap kebiadaban ini. Kami telah menugaskan sekitar 50 anggota Satgas TNI untuk memperkuat pengamanan di lokasi tersebut,” tegasnya.
Operasi pengamanan TNI di wilayah Papua dan Maluku tidak hanya terbatas pada penyitaan senjata. Selama enam bulan pertama tahun 2026, Satgas TNI juga berhasil menangani berbagai kasus penyelundupan, termasuk senjata, BBM ilegal, satwa, narkotika, dan peredaran minuman keras ilegal. Semua langkah ini diambil untuk mencegah OPM dan kelompok bersenjata lainnya memperluas pengaruh dan mengancam keamanan masyarakat.
Dalam menghadapi situasi yang terus berkembang, Pangkogabwilhan III: Pesawat tempur TNI berulang kali cegah pesawat asing, menunjukkan komitmen pemerintah untuk melindungi kedaulatan negara dan keselamatan warganya. TNI berjanji akan terus meningkatkan pengawasan dan respons cepat terhadap segala bentuk ancaman, terutama dari kelompok separatis yang telah berulang kali melakukan aksi kekerasan di Papua.
Keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama dalam setiap operasi yang dilakukan. TNI berharap dengan adanya tindakan tegas, situasi keamanan di Papua dan Maluku dapat segera pulih, sehingga masyarakat dapat beraktivitas dengan tenang tanpa rasa takut akan ancaman dari kelompok separatis.











