Hesti.id – 08 Juli 2026 | Dalam sebuah insiden yang menggemparkan, sebuah pesawat kargo Boeing 737 hilang di perairan dekat Karachi, Pakistan, pada malam tanggal 7 Juli 2026. Pesawat yang dioperasikan oleh K2 Airways ini dilaporkan kehilangan kontak dengan pengendali lalu lintas udara saat dalam perjalanan dari Sharjah, Uni Emirat Arab, menuju Karachi. Dengan lima kru di dalamnya, termasuk dua pilot dan dua teknisi, pesawat berusia 27 tahun ini mengalami masalah pada sistem navigasi sebelum melakukan penurunan tajam.
Menurut data awal dari layanan pelacakan penerbangan Flightradar24, pesawat tersebut dilaporkan mengalami serangkaian perubahan ketinggian yang tajam sebelum akhirnya melakukan penurunan drastis. Dalam waktu kurang dari dua menit, pesawat ini diduga jatuh dari ketinggian sekitar 35.000 kaki menjadi hanya 1.100 kaki di atas permukaan laut, dengan laju penurunan yang sangat abnormal mencapai 22.400 kaki per menit.
Prime Minister Pakistan, Shehbaz Sharif, telah mengarahkan otoritas terkait untuk mempercepat operasi pencarian dan penyelamatan. Dua hari setelah pesawat hilang, tim pencarian yang terdiri dari angkatan laut dan otoritas sipil diperkuat untuk mencari di area yang luas di Laut Arab, yang dihadapkan pada tantangan cuaca monsun yang buruk.
Baca juga:
K2 Airways, sebagai operator pesawat, mengkonfirmasi bahwa mereka bekerja sama dengan Otoritas Penerbangan Sipil Pakistan dan lembaga pemerintah lainnya. Pesawat Boeing 737 ini sebelumnya pernah beroperasi untuk beberapa operator lain sebelum diubah menjadi pesawat kargo. Meskipun telah ditarik dari layanan pada Juni 2023, pesawat tersebut baru kembali aktif pada Desember 2024 dengan K2 Airways.
Insiden ini menimbulkan banyak pertanyaan tentang keselamatan penerbangan di kawasan tersebut, terutama mengingat adanya laporan bahwa pesawat kehilangan kontak dengan pengendali lalu lintas udara hanya tiga menit setelah melaporkan masalah navigasi. Otoritas Penerbangan Sipil Pakistan melaporkan bahwa upaya pencarian terus berlangsung, namun area pencarian yang luas dan kondisi laut yang kasar membuat operasi menjadi semakin kompleks.
Saat ini, para pejabat masih mencari informasi lebih lanjut mengenai nasib kru yang terdiri dari pilot Mohammad Rizwan Idrees, pertama petugas Faisal Mehmood, serta dua teknisi Muhammad Toufique Khan dan Arif Siddiqui, dan satu staf pendukung Mohammad Hamid. Meskipun pihak berwenang belum mengonfirmasi status mereka, Sharif telah menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga mereka.
Dengan hilangnya Boeing 737 ini, banyak pihak berharap agar pencarian segera membuahkan hasil. Kejadian ini menjadi pengingat akan tantangan yang dihadapi dalam penerbangan, terutama ketika beroperasi di perairan yang berbahaya dan dalam kondisi cuaca yang tidak menentu.











