8 Juli 2026

Kecurangan di SPMB Bandung 2026, Puluhan Siswa Terdiskualifikasi

Penulis

Aloisa Aloisa

Kecurangan di SPMB Bandung 2026, Puluhan Siswa Terdiskualifikasi
Kecurangan di SPMB Bandung 2026, Puluhan Siswa Terdiskualifikasi

Hesti.id – 07 Juli 2026 | SPMB Bandung 2026 tercoreng, puluhan siswa terjaring pemalsuan dokumen. Pemkot Bandung mengumumkan bahwa sekitar 80 hingga 90 peserta SPMB 2026 terpaksa didiskualifikasi setelah terungkapnya sejumlah kecurangan. Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menyatakan bahwa banyak di antara mereka menggunakan dokumen palsu, seperti Kartu Keluarga (KK) dan sertifikat prestasi akademik.

Dalam sebuah konferensi pers di Balai Kota Bandung, Farhan mengungkapkan rasa sedihnya atas keputusan tersebut. “Saya sedih pisan karena harus mendiskualifikasi 80 sampai 90 orang anak. Pendaftarannya terindikasi pemalsuan dan pelanggaran. Kami juga melakukan pencegahan terhadap pembuatan KK yang tidak sesuai,” ujarnya.

Farhan menjelaskan bahwa meskipun secara aturan tidak ada batasan dalam pembuatan KK oleh Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil), regulasi ini disalahgunakan. “Satu alamat bisa memiliki banyak KK, bahkan hingga 100. Pertanyaannya adalah, apakah itu pantas?” lanjut Farhan.

Kebanyakan kasus pemalsuan ini terjadi di jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP), termasuk temuan yang menunjukkan adanya kartu keluarga yang tidak valid. “Ada restoran yang diperiksa, di mana hanya lima KK yang sah, sementara 15 lainnya ternyata palsu,” ungkapnya.

Meskipun banyak siswa yang didiskualifikasi dalam SPMB Bandung 2026, Farhan memastikan bahwa kuota sekolah di Kota Bandung masih memadai untuk menampung siswa baru. Siswa yang tidak diterima di sekolah negeri akan direkomendasikan untuk mendaftar di sekolah swasta.

Kasus ini menunjukkan adanya seriusnya masalah kecurangan dalam proses pendaftaran siswa baru. Pemkot Bandung berkomitmen untuk menjaga integritas dan keadilan dalam SPMB agar setiap siswa mendapatkan kesempatan yang sama untuk melanjutkan pendidikan mereka.

Dengan adanya penyeleksian yang ketat ini, diharapkan ke depan tidak ada lagi kecurangan yang merugikan siswa yang benar-benar berhak untuk diterima. Pemkot akan terus melakukan pengawasan yang lebih ketat terhadap dokumen pendaftaran agar kejadian serupa tidak terulang.

Related Post

Tinggalkan komentar