6 Juli 2026

Pelatih Mesir Hossam Hassan Dukung Palestina Usai Kemenangan

Penulis

Reksya Reksya Khairulanwar

Pelatih Mesir Hossam Hassan Dukung Palestina Usai Kemenangan
Pelatih Mesir Hossam Hassan Dukung Palestina Usai Kemenangan

Hesti.id – 06 Juli 2026 | Dalam momen yang penuh emosi, Pelatih Mesir Hossam Hassan mengibarkan bendera Palestina setelah timnya berhasil menyingkirkan Australia di babak 32 besar Piala Dunia 2026. Kemenangan yang didedikasikan untuk Palestina ini terasa semakin bermakna di tengah ketegangan geopolitik yang melanda kawasan tersebut.

Pertandingan berlangsung di Dallas Stadium pada Sabtu, 4 Juli 2026, di mana Mesir meraih kemenangan dramatis melalui adu penalti 4-2 setelah pertandingan berakhir imbang 1-1. Gol pembuka Mesir dicetak oleh Emam Ashour pada menit ke-13, namun Australia berhasil menyamakan kedudukan di awal babak kedua melalui gol bunuh diri Mohamed Hany. Setelah 120 menit yang menegangkan, adu penalti menjadi penentu.

Dalam suasana haru, Hossam Hassan mengekspresikan dukungannya kepada Palestina dengan mengatakan, “Hati dan jiwa saya bersama mereka. Saya mendedikasikan kemenangan ini untuk rakyat Palestina. Semoga Allah memberikan mereka kemenangan dan merahmati para syuhada mereka.” Pernyataan ini disampaikan setelah peluit akhir berbunyi dan menjadi viral di media sosial.

Hassan tidak hanya mengibarkan bendera Palestina, tetapi juga mengajak timnya untuk membungkuk sebagai tanda penghormatan. Sikap ini menunjukkan betapa pentingnya solidaritas dalam situasi yang sulit. Para penonton di stadion pun ikut berpartisipasi dengan yel-yel kebebasan untuk Palestina yang menggema di seluruh arena.

Kemenangan ini bukan hanya menjadi sejarah bagi Mesir, tetapi juga menghubungkan dua bangsa, Mesir dan Palestina, dalam satu momen kebanggaan. Ini adalah kali pertama Mesir berhasil melaju ke fase knockout Piala Dunia, yang menambah beratnya makna kemenangan ini.

Setelah pertandingan, para pemain Mesir, termasuk bintang mereka Mohamed Salah, merayakan kemenangan ini sambil membawa bendera Mesir dan Palestina. Rakyat Gaza juga ikut merayakan meskipun dalam kondisi yang sulit akibat konflik yang berkepanjangan. Mereka menyaksikan tayangan ulang pertandingan di antara reruntuhan bangunan yang hancur.

Dengan langkah ini, Mesir telah menunjukkan bahwa olahraga bisa menjadi platform untuk mengekspresikan solidaritas dan dukungan politik. Pelatih Mesir dedikasikan kemenangan untuk Palestina [titlebase] ini tidak hanya menyoroti keberhasilan tim di lapangan, tetapi juga memperkuat pesan bahwa dunia tidak boleh melupakan penderitaan rakyat Palestina.

Selanjutnya, Mesir dijadwalkan akan menghadapi Argentina di babak 16 besar pada 7 Juli 2026. Pertandingan ini tentunya akan menjadi tantangan besar bagi Mesir, namun dengan semangat solidaritas yang ditunjukkan oleh Hossam Hassan dan timnya, harapan untuk melangkah lebih jauh di Piala Dunia tetap menyala.

Related Post

Tinggalkan komentar