Hesti.id – 04 Juli 2026 | Kisah Ida Murida, Dokter Puskesmas Batang Lupa simpan Rp 1,54 miliar di koper, rusak terendam rob [titlebase] menjadi cerita yang mengharukan dan mengingatkan kita akan pentingnya kewaspadaan dalam menyimpan uang. Ida Murlija, seorang dokter di Puskesmas Proyonanggan, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, mengalami kerugian besar ketika uang tunai miliknya yang disimpan dalam koper terendam banjir rob selama berbulan-bulan.
Uang sebesar Rp 1,54 miliar tersebut merupakan hasil penjualan tanah yang dikumpulkan untuk biaya kuliah anaknya di jurusan kedokteran. Namun, ketika banjir rob melanda kawasan tempat tinggalnya pada Februari 2026, Ida tidak menyadari bahwa koper yang berisi uang tersebut masih tersimpan di gudang belakang rumahnya.
Ida baru teringat akan koper tersebut beberapa hari sebelum ia mengunjungi Bank Indonesia (BI) untuk menukar uangnya. Saat membuka koper, Ida terkejut melihat kondisi uang yang rusak berat. Lembaran-lembaran uang yang terendam lumpur saling menempel dan sebagian sudah tidak utuh. Bagian pinggir uang juga terlihat menghitam seolah terkena api, menambah kesedihan Ida atas kerugian yang dialaminya.
Baca juga:
Beruntung, meski uang tersebut rusak, Ida mendengar dari seorang kenalan di bank bahwa uang yang rusak masih dapat ditukarkan di Bank Indonesia. Ia segera membawa koper berisi uang rusak tersebut ke Kantor Perwakilan Bank Indonesia di Tegal. Sesampainya di sana, petugas bank melakukan pemeriksaan terhadap uang yang rusak untuk memastikan keasliannya dan menentukan berapa banyak yang dapat diganti.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Tegal, Bimala, menjelaskan bahwa uang yang rusak dapat ditukar jika fisiknya masih memenuhi ketentuan, yakni minimal lebih dari dua pertiga dari total fisik uang masih ada. Dalam kasus Ida, petugas berhasil memisahkan uang yang masih layak untuk ditukar dan menyatakan bahwa dari total Rp 1,54 miliar, sebanyak Rp 1,51 miliar dapat diganti dengan uang baru.
Ida pun merasa lega mendengar kabar tersebut. Ia mengatakan, “Sempat panik uangnya rusak. Tapi, beruntung ada kenalan orang bank yang menyarankan untuk ditukar di BI.” Layanan penukaran uang rusak ini memang rutin dilakukan oleh Bank Indonesia, dan masyarakat diimbau untuk menyimpan uang dalam bentuk yang lebih aman, seperti di bank, untuk menghindari kerugian serupa di masa depan.
Peristiwa ini menjadi pelajaran bagi banyak orang tentang pentingnya menjaga barang berharga dan memilih tempat penyimpanan yang aman. Kisah Ida Murida, Dokter Puskesmas Batang Lupa simpan Rp 1,54 miliar di koper, rusak terendam rob [titlebase] menjadi pengingat bahwa bencana alam bisa datang kapan saja dan menimpa siapa saja. Semoga kejadian ini tidak hanya menjadi pengalaman pahit bagi Ida, tetapi juga pelajaran bagi kita semua agar lebih hati-hati dan waspada.











