Hesti.id – 03 Juli 2026 | Presiden Prabowo Subianto baru-baru ini menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap kontribusi Polri dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dalam pidatonya pada Upacara Peringatan ke-80 Hari Bhayangkara di Cikeas, Bogor, Prabowo sebut dapur MBG Polri diakui lembaga dunia. Ia mengungkapkan bahwa dapur-dapur yang dibangun oleh Polri memiliki kualitas yang sangat baik dan telah mendapatkan pengakuan dari berbagai pihak, termasuk lembaga internasional.
Dalam kesempatan tersebut, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo juga memaparkan bahwa Polri menargetkan pembangunan 1.500 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG hingga akhir tahun 2026. Hingga saat ini, sudah ada 1.415 SPPG yang telah dibangun, di mana 828 di antaranya sudah beroperasi. Program ini diharapkan dapat melayani sekitar 3,5 juta penerima manfaat.
Prabowo menekankan pentingnya dukungan dari Polri dalam memperkuat ketahanan pangan nasional. Ia menyatakan, “Polri sudah aktif membangun lebih dari 1.000 satuan pelayanan pemenuhan gizi dan saya tidak ragu untuk mengatakan bahwa dapur-dapur yang dibangun oleh Polri adalah yang terbaik.” Pernyataan ini menunjukkan betapa pentingnya peran Polri dalam memastikan keberhasilan program gizi nasional.
Baca juga:
Namun, di tengah keberhasilan tersebut, Polri dan TNI juga menghadapi tantangan serius terkait dugaan keterlibatan anggotanya dalam kasus penyimpangan tata kelola program MBG. Kejaksaan Agung telah menetapkan Brigjen Polri Lalu Muhammad Iwan sebagai tersangka dalam kasus ini. Ia diduga terlibat dalam pengaturan markup harga pengadaan alat gizi, yang dapat merugikan program tersebut. Kasus ini telah menarik perhatian publik dan menimbulkan pertanyaan mengenai integritas institusi.
Irjen Johnny Eddizon Isir, Kadiv Humas Polri, menegaskan bahwa tidak akan ada impunitas bagi anggotanya yang terlibat dalam tindak pidana. “Polri akan bersikap tegas sesuai ketentuan kedinasan yang berlaku,” ujarnya. Pernyataan ini diharapkan dapat menenangkan masyarakat dan menunjukkan komitmen Polri dalam menegakkan hukum.
Prabowo sebut dapur MBG Polri diakui lembaga dunia bukan hanya sekedar ucapan, tetapi merupakan hasil dari kerja keras dan komitmen Polri dalam menjalankan tugasnya. Dengan adanya penilaian positif dari pihak internasional, diharapkan kepercayaan masyarakat terhadap program ini semakin meningkat. Dapur-dapur MBG Polri, yang dirancang dengan standar keamanan pangan yang ketat, menjadi contoh bagi program serupa di negara lain.
Kualitas dari SPPG yang dibangun oleh Polri juga mencerminkan profesionalisme dan dedikasi anggotanya dalam mendukung program pemerintah. Penerapan standar keamanan pangan, termasuk sertifikasi higiene dan pelatihan bagi tenaga masak, menunjukkan bahwa Polri tidak hanya fokus pada kuantitas, tetapi juga pada kualitas pelayanan.
Dengan pencapaian ini, kita berharap program Makan Bergizi Gratis dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat, serta mengurangi masalah gizi buruk di Indonesia. Keberhasilan dapur MBG juga menjadi harapan baru bagi penguatan ketahanan pangan di tanah air.











